<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sebuah Catatan Harian Singkat &#187; Islam</title>
	<atom:link href="http://berlizone.com/category/islam/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://berlizone.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sun, 14 Feb 2010 13:31:57 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Tips Khatam Al-Qur&#8217;an selama Ramadhan</title>
		<link>http://berlizone.com/tips-khatam-al-quran-selama-ramadhan.html</link>
		<comments>http://berlizone.com/tips-khatam-al-quran-selama-ramadhan.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Aug 2009 08:00:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Berliyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://berlizone.com/?p=328</guid>
		<description><![CDATA[Ramadhan sudah menginjak hari ketiga, yah paling tidak itu sewaktu tulisan ini dibuat. hehehe&#8230; Banyak hal yang membedakan Ramadhan dengan 11 bulan lain, yang paling signifikan adalah kualitas dan kuantitas ibadah kita. Beberapa orang bahkan membuat target-target ibadah Ramadhan. Dan tulisan saya kali ini topiknya tidak jauh-jauh dari target Ramadhan. Jangan khawatir! saya tidak akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://berlizone.com/wp-content/uploads/2009/08/quran.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-329" style="border: 0pt none; margin: 5px;" title="Al-Qur'an" src="http://berlizone.com/wp-content/uploads/2009/08/quran-300x251.jpg" alt="Al-Qur'an" width="240" height="201" /></a>Ramadhan sudah menginjak hari ketiga, yah paling tidak itu sewaktu tulisan ini dibuat. hehehe&#8230; Banyak hal yang membedakan Ramadhan dengan 11 bulan lain, yang paling signifikan adalah kualitas dan kuantitas ibadah kita. Beberapa orang bahkan membuat target-target ibadah Ramadhan. Dan tulisan saya kali ini topiknya tidak jauh-jauh dari target Ramadhan. Jangan khawatir! saya tidak akan bercerita panjang lebar tentang target Ramadhan saya tahun ini, selain membosankan bagi pembaca mungkin juga tidak bagus untuk saya sendiri karena berurusan langsung dengan kelurusan niat saya kedepannya. Hehehe&#8230;</p>
<p>Terinspirasi dari sebuah pertanyaan yang keluar dari mulut salah seorang adik kelas, pertanyaannya sederhana dan kurang lebih bunyinya seperti ini: &#8220;Ka biar bisa khatam Qur&#8217;an selama Ramadhan itu apa aja sih kiat-kiatnya??&#8221;.<br />
Dan dari pertanyaan itulah saya merasa terpanggil untuk membenturkan jemari saya dengan keyboard laptop berwarna hitam ini guna menuliskan tips mengkhatamkan Al-Qur&#8217;an dalam sebulan. hehe..</p>
<p>Sebelum lanjut, perlu saya tekankan bahwa tips ini diperuntukkan bagi teman-teman yang belum tahu Rahasia mengkhatamkan Al-Qur&#8217;an selama Ramadhan. Bagi yang sudah tahu atau yang sudah terbiasa mengkhatamkan kitab Allah ini berkali-kali dalam sebulan ya banyak-banyak lah bersyukur dan jangan lupa ajak teman-temannya ngaji bareng. hehe..</p>
<p><span id="more-328"></span>Ok, tips pertama adalah kenali medan perang Anda. Dalam hal ini, 30 juz Al-Qur&#8217;an lah yang menjadi menjadi medan perang Anda. Cara untuk mengenali mudah yaitu dengan membuka Al-Qur&#8217;an Anda dan hitung jumlah halaman totalnya. Contoh: Saya memakai Al-Qur&#8217;an terbitan Syamil, dan jumlah 30 juznya adalah 604 halaman. Banyak ya?? Ya memang, tapi jangan khawatir karena ternyata 1 juz Al-Qur&#8217;an hanya sebanyak 21 halaman saja. Masih terlihat banyak?? yasudah konversi saja ke satuan lembar, maka 1 juz = 10 lembar 1 halaman, anggaplah 1 halaman ibarat bonus yang bisa diabaikan karena pasti selalu dibaca. hehe..  Jadi, kesimpulan tips pertama adalah percayalah bahwa 1 juz Al-Qur&#8217;an hanya 10 lembar saja.</p>
<p>Tips kedua adalah, tentukan titik-titik waktu yang paling menyenangkan untuk membaca Al-Qur&#8217;an, seperti misalnya pagi hari, sehabis mandi, dan lain sebagainya. Usahakan tentukan lebih dari satu titik, lebih banyak titik waktu lebih baik. Bingung menentukan titik?? Yasudah, ikuti saja titik-titik waktu yang biasa saya gunakan yaitu sesudah/sebelum melakukan sholat 5 waktu. Jadi, kesimpulan tips kedua adalah jadikan waktu sesudah/sebelum sholat sebagai waktu-waktu yang paling menyenangkan untuk membaca Al-Qur&#8217;an, maka seandainya n adalah variabel banyaknya waktu nyaman maka didapat n = 5.</p>
<p>Tips ketiga adalah alokasikan tips pertama ke dalam tips kedua. Di sini perlu sedikit ilmu matematika yang biasa disebut dengan pembagian. Pertanyaan yang harus dijawab di tips yang ketiga adalah &#8220;Berapa jumlah lembar yang harus dibaca dalam satu titik nyaman membaca Al-Qur&#8217;an yang dimodelkan dengan L = B/n ??, dimana B adalah jumlah lembaran dalam 1 juz, dan n adalah banyaknya waktu nyaman.&#8221; Dari Tips pertama dan kedua didapat persamaan B = 10, dan n = 5, jadi L = 10/5 = 2.</p>
<p>Terakhir simpulkan sendiri makna angka 2 yang didapat dari Tips ketiga tersebut. Malas menyimpulkan?? Ya,,ya,,OK biar saya yang menyimpulkan. Artinya Cukup dengan membaca 2 lembar (4 halaman) Al-Qur&#8217;an setiap sehabis sholat selama bulan Ramadhan ini maka Anda akan mengkhatamkan Al-Qur&#8217;an satu kali di Ramadhan ini.</p>
<p>Sekedar tambahan, syarat wajib untuk menjalankan tips ini adalah KONSISTEN. Konsisten untuk membaca Al-Qur&#8217;an minimal 2 lembar (4 halaman) setiap sehabis sholat.</p>
<p>Lalu bagaimana dengan dengan yang ingin mengkhatamkan lebih dari satu kali selama Ramadhan ini. Ada 2 cara yang sama mudahnya : Pertama, Kalikan jumlah lembar yang dibaca (4 lembar untuk 2X Khatam, atau sekalian 10 lembar untuk 5 kali khatam). Kedua, tambah titik waktu nyaman untuk membaca Al-Qur&#8217;an sebanyak-banyaknya (misal: tidak hanya sehabis sholat wajib, tapi juga sehabis sholat sunah, sehabis mandi, atau sehabis makan. hehehe).</p>
<p>Semoga Bermanfaat&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berlizone.com/tips-khatam-al-quran-selama-ramadhan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Susahnya Memaafkan Diri Sendiri</title>
		<link>http://berlizone.com/susahnya-memaafkan-diri-sendiri.html</link>
		<comments>http://berlizone.com/susahnya-memaafkan-diri-sendiri.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Mar 2009 03:37:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Berliyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://berlizone.com/?p=312</guid>
		<description><![CDATA[Masih ingat dengan postingan saya tentang susahnya memaafkan dan meminta maaf terdahulu? Jika lupa ataupun belum sempat membaca, silahkan bergulir ke halaman itu. Dalam kesempatan kali ini saya akan membahas topik sejenis seputar maaf memaafkan, hanya saja kali ini objeknya berbeda yaitu bukan memaafkan orang lain melainkan memaafkan diri sendiri. Terdengar cukup klasik namun percayalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 208px"><img style="margin: 5px;" title="Susahnya memaafkan diri sendiri" src="http://fc07.deviantart.com/fs23/i/2008/022/2/3/forgive__by_SelfTitledNightmare.jpg" alt="selftitlednightmare.deviantart.com" width="198" height="148" /><p class="wp-caption-text">selftitlednightmare.deviantart.com</p></div>
<p>Masih ingat dengan postingan saya tentang <a href="http://berlizone.com/susahnya-memaafkan-dan-meminta-maaf.html">susahnya memaafkan dan meminta maaf </a>terdahulu? Jika lupa ataupun belum sempat membaca, silahkan bergulir ke halaman itu. Dalam kesempatan kali ini saya akan membahas topik sejenis seputar maaf memaafkan, hanya saja kali ini objeknya berbeda yaitu bukan memaafkan orang lain melainkan memaafkan diri sendiri. Terdengar cukup klasik namun percayalah saya pernah beberapa kali mendapatkan email  yang isinya meminta pendapat sekaligus meminta saran tentang masalah memaafkan diri sendiri. Dan memang memaafkan diri sendiri terkadang lebih susah daripada memaafkan orang lain.</p>
<p>Sedikit menyiksa memang jika kita melakukan suatu kesalahan dan selalu terngiang-ngiang di kepala tentang kesalahan yang kita buat tersebut.  Terlebih lagi jika kesalahan tersebut melibatkan orang-orang terdekat kita, mungkin rasanya  beragam mulai dari malu, tersiksa batin, susah tidur, atau mungkin ingin melakukan operasi plastik untuk mengganti wajah. Hehehe.. Terkesan becanda namun pada kenyataannya ini masalah yang cukup serius, karena tidak bisa memaafkan diri sendiri sangat berpotensi untuk menimbulkan trauma yang sangat mungkin membuat seseorang tidak bisa hidup “normal”. Dan tulisan ini diperuntukkan untuk orang-orang yang sulit memaafkan dirinya sendiri.</p>
<p><span id="more-312"></span>Perasaan bersalah memang sangat diperlukan, adanya perasaan bersalah bukan hal buruk jika kita menyikapinya dengan tepat. Adanya perasaan bersalah itu menunjukkan bahwa seseorang masih memiliki perasaan malu dan takut, artinya paling tidak masih ada keimanan dalam hatinya. Analoginya begini, misalkan hati kita adalah sebuah kertas dan noda hitam adalah kesalahan yang kita perbuat. Jika perasaan bersalah muncul di hati yang bersih maka seperti noda hitam yang ada di kertas yang putih, sangat mengganggu dan ingin segera dibersihkan. Lalu bayangkan jika seandainya kertas tersebut berwarna hitam, noda hitam tentunya tak akan jadi pengganggu karena memang tidak mengubah kehitaman kertas tersebut. Kertas hitam itulah yang diibaratkan sebagai hati yang sudah kebal dengan kesalahan, sudah terbiasa melakukan kesalahan dan seolah tak memiliki perasaan bersalah sedikitpun. Jadi, pertama-tama bersyukur dahulu karena hatimu bukanlah kertas hitam karena masih memiliki keresahan hati akan suatu kesalahan.</p>
<p><em>“Adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka seseungguhnya surgalah tempat tinggal(nya).”</em> <strong>(Q.S An-Nazi’aat: 40-41)</strong></p>
<p>Masalahnya terkadang perasaan bersalah yang berlebihan mampu memberikan tekanan batin yang luar biasa. Bahkan mampu membuat seseorang berputus asa dan yang terparah adalah muncul niatan untuk mengakhiri hidup sendiri. Naudzubillah. Karena itulah perasaan bersalah wajib kita kendalikan untuk menghindari dari keputusasaan.</p>
<p><em>“…jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah . Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.”</em> <strong>(Q.S Yusuf: 87)</strong></p>
<p>Beberapa yang bisa kita lakukan untuk mengendalikan rasa bersalah antara lain adalah :</p>
<p><strong>Salah itu Manusiawi, Lebih baik Akui daripada ditutupi</strong><br />
Tak ada orang yang sempurna 100% tanpa dosa di bumi ini. Setiap orang pasti pernah berbuat salah entah kesalahan kecil ataupun kesalahan besar. Bahkan semakin tinggi kedudukan seseorang semakin besar godaan untuk berbuat salah. Tidak ada untungnya menutupi sebuah kesalahan yang kita kerjakan, lebih baik segera akui dan hindari dari berbohong untuk menutupinya. Toh, Allah Maha Mengetahui segala perbuatan makhluknya. Jika perbuatan salah tersebut melibatkan urusan orang lain segera datangi dan minta maaf padanya, Insya Allah hati menjadi lebih lega dan akan lebih mudah memaafkan diri sendiri.</p>
<p><strong>Yakinlah Allah itu Maha Pengampun</strong><br />
<em>“(Yaitu) orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Luas ampunan-Nya. Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan) mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.”</em> <strong>(Q.S an-Najm: 32)</strong>.</p>
<p>Janganlah menghakimi diri kita sendiri dengan perasaan bersalah. Allah saja bukan Zat yang dzalim, yang menutup kebaikan bagi kita. Selalu ada jalan untuk kembali ke jalan-Nya selama ajal belum menjemput. Tentu saja dengan taubat yang sungguh-sungguh, alias taubatan nasuha yang berusaha untuk tidak mengulangi perbuatan jelek tersebut.</p>
<p><strong>Tambal Dengan Kebaikan</strong><br />
Anggaplah sebuah tabungan dimana kesalahan berarti mengurang saldo, dan berbuat baik adalah melakukan setoran tunai. Jika melakukan kesalahan segeralah mengerjakan kebaikan untuk menjaga saldo tabungan kita tidak terkuras.</p>
<p><em>“…dan ikutilah keburukan dengan kebaikan, karena ia akan menghapusnya.” </em><strong>(al-Hadits)</strong></p>
<p><strong>Jadikan Pelajaran </strong><br />
Berbuat salah memang “pahit” rasanya, namun akan berarti positif bagi kita jika dijadikan sebagai pelajaran. Dari kesalahan kita semakin sadar betapa pahit dan mahalnya harga sebuah kesalahan. Maka jadikan kesalahan yang kita perbuat sebagai pelajaran berharga, bukan hanya sekedar kenangan.</p>
<p>Wallahuallam…</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berlizone.com/susahnya-memaafkan-diri-sendiri.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cahaya Hati</title>
		<link>http://berlizone.com/cahaya-hati.html</link>
		<comments>http://berlizone.com/cahaya-hati.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Jan 2009 02:40:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Berliyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Cahaya Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://berlizone.com/?p=292</guid>
		<description><![CDATA[Sungguh luar biasa peranan hati (qalbu) bagi manusia dalam kehidupannya. Baik buruknya suatu sifat dan tindakan seseorang sering dikaitkan dengan gambaran keadaan hatinya. Kehendak hati bahkan lebih besar pengaruhnya terhadap perbuatan seseorang jauh melampaui otak. Seseorang dapat saling mencinta pun saling membenci karena hati. Sifat baik ataupun buruk yang menemani perjalanan hidup seseorang pun tak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_291" class="wp-caption alignright" style="width: 250px"><img class="size-full wp-image-291" style="margin: 5px;" title="cahaya hati" src="http://berlizone.com/wp-content/uploads/2009/01/cahaya_hati.jpg" alt="http://asylum-doll.deviantart.com" width="240" height="192" /><p class="wp-caption-text">http://asylum-doll.deviantart.com</p></div>
<p>Sungguh luar biasa peranan hati (qalbu) bagi manusia dalam kehidupannya. Baik buruknya suatu sifat dan tindakan seseorang sering dikaitkan dengan gambaran keadaan hatinya. Kehendak hati bahkan lebih besar pengaruhnya terhadap perbuatan seseorang jauh melampaui otak. Seseorang dapat saling mencinta pun saling membenci karena hati. Sifat baik ataupun buruk yang menemani perjalanan hidup seseorang pun tak luput dari peranan hati dalam dirinya.</p>
<p>Hati memang yang paling lazim digunakan untuk menggambarkan diri seseorang yang sebenar-benarnya. Sering kita mendengar kalimat-kalimat seperti “Itukan hanya luarnya saja, siapa yang tahu di dalam hatinya seperti apa” atau kalimat sejenis lainnya. Memang tak akan ada yang bisa mengetahui keadaan hati seseorang kecuali tentunya Allah dan dirinya sendiri.</p>
<p><span id="more-292"></span></p>
<p>Sayang tak selamanya hati terbebas dari beragam penyakit hati. Cahaya hati yang seharusnya bisa membuat seseorang melihat lebih jelas tentang hal yang baik dan buruk pun bisa meredup atau bahkan hilang sama sekali akibat penyakit-penyakit hati tersebut. Sifat iri, dengki, ataupun kesombongan hanyalah sebagian kecil dari penyakit hati yang sering kali melekat pada diri seseorang. Sebagian orang merasa wajar dan memaklumi hal tersebut, tak sepenuhnya salah karena memang manusia adalah makhluk yang lemah dan penuh dengan kekurangan.</p>
<p>Namun bukan hal yang mustahil jika seseorang mampu terbebas dari penyakit yang mampu meredupkan cahaya hatinya tersebut. Banyak cara untuk menjaga cahaya hati dari kepadamannya. Lalu kepada siapakah kita meminta pertolongan ketika cahaya hati mulai terasa padam??</p>
<p>Seorang guru pernah mengajukan pertanyaan ringan kepada murid-muridnya, sang guru bertanya “Apa yang akan kalian lakukan jika seandainya hendak mengunjungi  rumah tetangga namun ada Anjing penjaga yang galak dan hobi menggigit ?”. Banyak jawaban yang muncul dari pertanyaan tersebut. Seseorang bisa saja tetap nekat masuk dengan resiko digigit, ataupun mengurungkan niatnya untuk mengunjungi tetangganya itu. Lalu bagaimana dengan jawaban sang guru? Beliau mengatakan bahwa cara terbaik adalah dengan meminta bantuan kepada si pemilik anjing tersebut. Seekor anjing penjaga seberapapun galaknya tetap akan menuruti perintah pemiliknya.</p>
<p>Lalu adakah hubungan antara analogi anjing penjaga di atas dengan hati manusia? Jawabannya tentu saja ada. Pertanyaan yang harus kita renungkan sebelumnya adalah, kepada siapa kita meminta pertolongan ketika hati kita mulai kehilangan cahayanya? Tentu saja kepada Sang Pemilik Hati Manusia yang mampu membolak-balikan hati makhluk ciptaanNya. Allah yang mampu menerangi hati dari kekelamannya, memberikan cahaya untuk keluar dari kegelapan hati. Karena itu, jika cahaya hati dalam dirimu terasa mulai padam maka minta lah kepada Sang Pemilik Hati untuk menyalakan kembali cahaya hati tersebut.</p>
<p style="text-align: left;"><em>“Allah (pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Permumpamaan cahaya-Nya, seperti sebuah lubang yang tidak tembus yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam tabung kaca, (dan) tabung kaca itu bagaikan bintang yang berkilauan, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang diberkahi, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di timur dan tidak pula di barat, yang minyaknya saja hampir-hampir menerangi, walaupun tidak di sentuh api. Cahaya di atas cahaya, Allah memberi petunjuk kepada cahaya-Nya bagi orang yang dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”</em><strong></strong></p>
<p style="text-align: right;"><strong>(QS.An-Nur: 35)</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berlizone.com/cahaya-hati.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Seorang Pedagang Bakso: Jawaban Sederhana Penuh Makna</title>
		<link>http://berlizone.com/jawaban-sederhana-penuh-makna.html</link>
		<comments>http://berlizone.com/jawaban-sederhana-penuh-makna.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Dec 2008 08:04:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Berliyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Infaq]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Menabung]]></category>
		<category><![CDATA[Pelajaran]]></category>
		<category><![CDATA[Qurban]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://berlizone.com/?p=255</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan di bawah ini adalah tulisan dari Dede Farhan Aulawi yang mungkin sudah beredar dan terkenal di milis-milis atau beberapa blog yang juga memuat tulisan ini. Sengaja saya pasang di blog ini tanpa mengubah isinya karena tulisan bermanfaat seperti ini memang pantas disebarkan. Dan insya Allah dibalik tulisan sederhana ini terdapat makna yang sangat besar. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignright" style="width: 298px"><img style="border: 0pt none; margin: 10px;" title="Tukang Bakso" src="http://fc67.deviantart.com/fs23/i/2008/028/6/b/abang_tukang_bakso_by_zamiduth.jpg" alt="http://zamiduth.deviantart.com" width="288" height="192" /><p class="wp-caption-text">http://zamiduth.deviantart.com</p></div>
<p>Tulisan di bawah ini adalah tulisan dari <span style="font-size: 10pt; color: black;">Dede Farhan Aulawi yang mungkin sudah beredar dan terkenal di milis-milis atau beberapa blog yang juga memuat tulisan ini. Sengaja saya pasang di blog ini tanpa mengubah isinya karena tulisan bermanfaat seperti ini memang pantas disebarkan. Dan insya Allah dibalik tulisan sederhana ini terdapat makna yang sangat besar. Selamat Membaca dan semoga bermanfaat</span>.</p>
<p>Di suatu senja sepulang kantor, saya masih berkesempatan untuk ngurus tanaman di depan rumah, sambil memperhatikan beberapa anak asuh yang sedang belajar menggambar peta, juga mewarnai. Hujan rintik – rintik selalu menyertai di setiap sore di musim hujan ini. Di kala tangan sedikit berlumuran tanah kotor, terdengar suara tek…tekk.. .tek… Suara tukang bakso dorong lewat.</p>
<p>Sambil menyeka keringat, ku hentikan tukang bakso itu dan memesan beberapa mangkok bakso setelah menanyakan anak &#8211; anak,  siapa yang mau bakso ? “Mauuuuuuuuu. ..”, secara serempak dan kompak anak &#8211; anak asuhku menjawab.</p>
<p><span id="more-255"></span><script type="text/javascript"><!--
google_ad_client = "pub-2297039045488160";
/* bagian isi tulisan */
google_ad_slot = "9306173787";
google_ad_width = 468;
google_ad_height = 60;
//-->
</script>
<script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js">
</script></p>
<p>Selesai makan bakso, lalu saya membayarnya. …Ada satu hal yang menggelitik fikiranku selama ini ketika saya membayarnya, si tukang bakso memisahkan uang yang diterimanya. Yang satu disimpan di laci, yang satu ke dompet, yang lainnya ke kaleng bekas kue semacam kencleng. Lalu aku bertanya atas rasa penasaranku selama ini. “Mang kalo boleh tahu, kenapa uang &#8211; uang itu Emang pisahkan ? Barangkali ada tujuan ?”</p>
<p>“Iya pak, Emang sudah memisahkan uang ini selama jadi tukang bakso yang sudah berlangsung hampir 17 tahun. Tujuannya sederhana saja, Emang hanya ingin memisahkan mana yang menjadi hak Emang,<br />
mana yang menjadi hak Orang lain / tempat ibadah, dan mana yang menjadi hak cita – cita penyempurnaan iman “.</p>
<p>“Maksudnya.. . ?”, saya melanjutkan bertanya.<br />
”Iya Pak , kan agama dan Tuhan menganjurkan kita agar bisa berbagi dengan sesama. Emang membagi 3, dengan pembagian sebagai berikut :</p>
<ol>
<li>Uang yang masuk ke dompet, artinya untuk memenuhi keperluan hidup sehari &#8211; hari Emang dan keluarga.</li>
<li>Uang yang masuk ke laci, artinya untuk infaq/sedekah, atau untuk melaksanakan ibadah Qurban. Dan alhamdulillah selama 17 tahun menjadi tukang bakso, Emang selalu ikut qurban seekor kambing, meskipun kambingnya yang ukuran sedang saja.</li>
<li>Uang yang masuk ke kencleng, karena emang ingin menyempurnakan agama yang Emang pegang yaitu Islam. Islam mewajibkan kepada umatnya yang mampu, untuk melaksanakan ibadah haji. Ibadah haji ini tentu butuh biaya yang besar. Maka Emang berdiskusi dengan istri dan istri menyetujui bahwa disetiap penghasilan harian hasil jualan bakso ini, Emang harus menyisihkan sebagian penghasilan sebagai tabungan haji. Dan insya Allah selama 17 tahun menabung, sekitar 2 tahun lagi Emang dan istri akan melaksanakan ibadah haji.</li>
</ol>
<p>Hatiku sangat…sangat tersentuh mendengar jawaban itu. Sungguh sebuah jawaban sederhana yang sangat mulia. Bahkan mungkin kita yang memiliki nasib sedikit lebih baik dari si emang tukang bakso tersebut, belum tentu memiliki fikiran dan rencana indah dalam hidup seperti itu.</p>
<p>Dan seringkali berlindung di balik tidak mampu atau belum ada rejeki. Terus saya melanjutkan sedikit pertanyaan, sebagai berikut : ”Iya memang bagus, tapi kan ibadah haji itu hanya diwajibkan bagi yang mampu, termasuk memiliki kemampuan dalam biaya….”.</p>
<p>Iya menjawab, ” Itulah sebabnya Pak. Emang justru malu kalau bicara soal mampu atau tidak mampu ini. Karena definisi mampu bukan hak pak RT atau pak RW, bukan hak pak Camat ataupun MUI. Definisi “mampu” adalah sebuah definisi dimana kita diberi kebebasan untuk mendefinisikannya sendiri.</p>
<p>Kalau kita mendefinisikan diri sendiri sebagai orang tidak mampu, maka mungkin selamanya kita akan menjadi manusia tidak mampu. Sebaliknya kalau kita mendefinisikan diri sendiri, “mampu”, maka insya Allah dengan segala kekuasaan dan kewenangannya Allah akan memberi kemampuan pada kita”.</p>
<p>“Masya Allah…,sebuah jawaban eelegan dari seorang tukang bakso”.</p>
<p>Sahabat….Cerita ini sangat sederhana.</p>
<p>Semoga memberi hikmah terbaik bagi kehidupan kita. Amin</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berlizone.com/jawaban-sederhana-penuh-makna.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Petikan Buah Hikmah dalam Peristiwa Isra&#8217; Mi&#8217;raj</title>
		<link>http://berlizone.com/petikan-buah-hikmah-dalam-peristiwa-isra-miraj.html</link>
		<comments>http://berlizone.com/petikan-buah-hikmah-dalam-peristiwa-isra-miraj.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jul 2008 15:49:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Berliyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Hikhmah]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://berlizone.com/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[Isra&#8217; Mi&#8217;raj, sebuah peristiwa yang sudah pasti sangat akrab terdengar di telinga kita. Begitu istimewanya fenomena luar biasa ini hingga semua umat muslim di dunia selalu mengingatnya. Terlebih dari sekedar mengingat, topik Isra Mi&#8217;raj juga sangat sering dilantunkan pada ceramah-ceramah rohani dengan tujuan agar kita menyadari terdapat suatu buah hikmah besar yang bisa kita petik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Isra&#8217; Mi&#8217;raj, sebuah peristiwa yang sudah pasti sangat akrab terdengar di telinga kita. Begitu istimewanya fenomena luar biasa ini hingga semua umat muslim di dunia selalu mengingatnya. Terlebih dari sekedar mengingat, topik Isra Mi&#8217;raj juga sangat sering dilantunkan pada ceramah-ceramah rohani dengan tujuan agar kita menyadari terdapat suatu buah hikmah besar yang bisa kita petik dalam persitiwa ini.</p>
<p>Isra Mi&#8217;raj tidak jarang diidentikkan dengan ibadah shalat. Silahkan tengok ayat  berikut:</p>
<p style="text-align: center;"><em><strong>&#8220;Laksanakanlah shalat sejak matahari tergelincir sampai gelapnya malam dan (laksanakan pula shalat) subuh.&#8221; (Al-Isra: 78).</strong></em></p>
<p style="text-align: left;">Jelas bahwa ayat tersebut menerangkan waktu shalat yang lima. Tergelincir matahari untuk waktu shalat Dzuhur dan Ashar, gelap malam untuk waktu Magrib, Isya dan Subuh. Dan turunnya perintah shalat tersebut adalah pada peristiwa Isra Mi&#8217;raj. Namun, sungguh tidak hanya itu hikmah besar yang terkandung dalam peristiwa Isra&#8217; Mi&#8217;raj. Sangat banyak pelajaran berharga yang dapat kita petik dari peristiwa ini. Dan tulisan ini kurang lebih akan membahas sedikit dari banyaknya pelajaran tersebut.</p>
<p><span id="more-64"></span>Jika kita tengok sebentar tentang bagaimana peristiwa Isra&#8217; Mi&#8217;raj terjadi, yaitu ketika Allah memperjalankan Rasulullah dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dan mengangkatnya ke Sidratul Muntaha dalam satu malam, sangat tampak kekuasaan Allah yang begitu nyata. Melalui peristiwa ini Allah mengingatkan kita bahwa manusia adalah makhluk yang sangat lemah sehingga sangat tidak pantas untuk menyombongkan apa yang kita miliki, karena memang sesungguhnya itu semua hanya milik Allah dan tanpa kehendak-Nya kita tidak mungkin mendapatkannya.</p>
<p>Hal lain yang tergambar dari peristiwa tersebut adalah bahwa hanya karena kehendak dan izin Allah lah peristiwa Isra&#8217; Mi&#8217;raj terjadi. Dari sini kita kembali bisa memetik buah hikmah dalam peristiwa ini, yaitu tentang makna rasa syukur. Peristiwa Isra&#8217; Mi&#8217;raj secara tegas menyatakan bahwa keterbatasan akal manusia tidak akan mampu menjangkau kuasa Allah. Akal pikiran, kecerdasan, harta, dan paras yang menawan adalah pemberian Allah, dan itu hanya sebagian kecil dari kuasa-Nya.  Lalu apakah kita sudah mensyukurinya?? Coba kita renungkan kembali surat Ar-Rahman, dimana terdapat suatu untaian kalimat indah yang berulang-ulang disebutkan dan berbunyi:<em> </em></p>
<p><strong><em>&#8220;Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?&#8221; </em></strong></p>
<p>Allah Maha Kaya, maka tidak mungkin Allah menjadi miskin sekalipun kita kufur terhadap nikmatnya. Apapun yang kita lakukan tidak akan mempengaruhi kebesaran Allah sedikitpun, dan yang menjadi pertanyaannya adalah pilihan mana yang kita ambil? Kufur atau Syukur?</p>
<p><strong><em>&#8220;Katakanlah: &#8220;Berimanlah kamu kepadanya atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah). Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al Quran dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud. (QS 17: 107)&#8221;</em></strong></p>
<p>Sebagai penutup, masih terlalu luas buah hikmah lain yang dapat kita petik yang tidak sanggup dijelaskan hanya dalam sebuah tulisan ini. Silahkan mencari artikel terkait yang sejenis di luar sana. Seperti <a title="Antara Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha" href="http://aulia87.wordpress.com/2008/07/26/antara-masjidil-haram-ke-masjidil-aqsha" target="_blank">salah satu tulisan yang ditulis teman saya misalnya</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berlizone.com/petikan-buah-hikmah-dalam-peristiwa-isra-miraj.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengapa Harus Ada Duka ??</title>
		<link>http://berlizone.com/mengapa-harus-ada-duka.html</link>
		<comments>http://berlizone.com/mengapa-harus-ada-duka.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Jul 2008 02:19:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Berliyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[duka]]></category>
		<category><![CDATA[positif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://berlizone.com/?p=62</guid>
		<description><![CDATA[“Katakanlah tidak akan pernah ada satu musibah yang menimpa kita kecuali telah Allah tetapkan pada kita, dan hanya kepada Allah jualah orang-orang beriman bertawakal.” (at-Taubah: 51)
Orang yang bahagia seringkali diidentikkan dengan hal-hal baik yang diterima oleh orang tersebut. Namun sebenarnya orang yang bahagia itu bukan berarti hanya siap menerima yang enak-enak saja, tetapi juga yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><em>“Katakanlah tidak akan pernah ada satu musibah yang menimpa kita kecuali telah Allah tetapkan pada kita, dan hanya kepada Allah jualah orang-orang beriman bertawakal.” (at-Taubah: 51)</em></p>
<p>Orang yang bahagia seringkali diidentikkan dengan hal-hal baik yang diterima oleh orang tersebut. Namun sebenarnya orang yang bahagia itu bukan berarti hanya siap menerima yang enak-enak saja, tetapi juga yang eneg-eneg. Hehehe&#8230; Bicara tentang hal yang enak-enak sudah jelas banyak orang yang sudah siap menerimanya, tapi yang membuat eneg (yang pahit) belum tentu setiap orang siap menerimanya. Padahal keduanya selalu datang bergantian ibarat roda yang berputar mengiringi langkah hidup kita.</p>
<p><em>“Dan masa kejayaan dan kehancuran itu, Kami pergilirkan di antara manusia agar mereka mendapat pelajaran” (Ali Imran: 140)</em></p>
<p>Hidup ini memang terkadang tidak bisa memilih. Kita tidak bisa menghindar dari bagian pahit dari kehidupan. Ada yang harus kehilangan harta, ada yang harus kehilangan orang tercinta, atau ada pula yang harus kehilangan anggota tubuh. Itu semua adalah bagian dari kehidupan kita. Semuanya harus kita terima seperti kita menerima bagian yang manis dalam hidup ini.</p>
<p>Lalu mengapa harus ada duka dalam hidup ini?? Mengapa harus diturunkan musibah?? Bukankah dunia ini indah tanpa duka??</p>
<p><span id="more-62"></span></p>
<p>Sahabatku, tidak ada satupun kejadian dan penciptaan di alam ini yang sia-sia. Bukan tanpa alasan musibah itu datang. Walaupun terdapat musibah yang bisa kita ambil hikmahnya seketika, ataupun yang kita belum bisa memahaminya. Jika kita berpikir lebih bijak serta merenungkannya, paling tidak ada beberapa alasan mengapa Allah memberikan musibah kepada kita.</p>
<p><strong>Mengingatkan kembali bahwa kita adalah manusia</strong><br />
Orang yang berjiwa positif akan berpikir sifat manusia yang lemah, serba terbatas, dan butuh bantuan orang lain. Ia akan semakin tunduk dalam kekuasaan Allah dan lenyap sikap sombong, takabur dan keras kepalanya.</p>
<p><strong>Sebagai ujian ketabahan hati</strong><br />
<em> “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (al-Baqarah: 155).</em><br />
Rasanya ayat tersebut sudah menjelaskan dengan jelas alasan kenapa harus ada duka. Hehe..</p>
<p><strong>Sebagai pelajaran yang bisa kita petik</strong><br />
Tidaklah Allah menciptakan  kegagalan dan musibah melainkan untuk diambil hikmahnya. Dalam setiap musibah ada pelajaran yang bisa kita petik. Melarikan diri dari kegagalan atau musibah tidaklah menyelesaikan masalah, karena langkah itu hanya mengalihkan perhatian untuk sementara.</p>
<p><strong>Menghapus kesalahan</strong><br />
Jangan terlalu bersedih saat duka datang mendera. hehehe&#8230;. Tetaplah bersabar, karena pada saat itu diam-diam Allah sedang menghapus berbagai kesalahan kita.</p>
<p><strong>Menaikkan derajat kita</strong><br />
Kita belum menjadi orang yang benar-benar kuat sebelum melewati berbagai macam ujian. Begitulah cara Allah meningkatkan derajat kita, ujian atau cobaan yang datang kepada kita adalah suatu ujian yang akan menaikkan “peringkat” kita.</p>
<p>Percayalah bahwa Allah tidak akan menguji seorang hambanya melainkan sesuai dengan kemampuan hambanya tersebut. Jadi sebenarnya tidak ada permasalahan yang tidak mungkin kita lewati. Karena itu, Tersenyumlah Sahabatku&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berlizone.com/mengapa-harus-ada-duka.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apakah kebahagiaan itu?</title>
		<link>http://berlizone.com/apakah-kebahagiaan-itu.html</link>
		<comments>http://berlizone.com/apakah-kebahagiaan-itu.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 May 2008 06:17:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Berliyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://berlizone.com/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[“Jadilah engkau ibarat seorang yang terasing atau seorang yang numpang lewat saja.” 
(Al-Hadits)
Apakah kebahagiaan itu? Sebuah pertanyaan yang sering tersirat pada hati kita sebagai manusia, namun cukup jarang terlontar dari lisan kita. Kebahagiaan itu bukanlah istana Abdul Malik ibn Marwan, bukan pula pasukan Harun ar-Rasyid, serta bukan pula harta simpanan Qarun yang melimpah.
Kebahagiaan itu menurut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><em>“Jadilah engkau ibarat seorang yang terasing atau seorang yang numpang lewat saja.” </em><br />
(Al-Hadits)</p>
<p>Apakah kebahagiaan itu? Sebuah pertanyaan yang sering tersirat pada hati kita sebagai manusia, namun cukup jarang terlontar dari lisan kita. Kebahagiaan itu bukanlah istana Abdul Malik ibn Marwan, bukan pula pasukan Harun ar-Rasyid, serta bukan pula harta simpanan Qarun yang melimpah.</p>
<p>Kebahagiaan itu menurut para sahabat adalah sesuatu yang tidak banyak menyibukkan, kehidupan yang sangat sederhana, dan penghasilan yang pas-pasan. Kebahagiaan seseorang bisa terlihat dari pemahamannya terhadap Rabb-nya, kejujurannya, hukum-hukum yang disimpulkannya, sikap wara’-nya dan ibadahnya.</p>
<p><span id="more-54"></span>Kebahagiaan itu tidak terletak pada cek yang dicairkan, tidak pada kendaraan yang dibeli, bukan pada wangi bunga yang semerbak, bukan pula pada kain yang dibentangkan.</p>
<p>Kebahagiaan itu adalah keriangan hati, karena kebenaran yang dihayatinya. Kebahagiaan adalah kelapangan dada, karena prinsip yang menjadi pedoman hidupnya. Juga, kebahagiaan adalah ketenangan hati, karena kebaikan di sekelilingnya.</p>
<p>Anggapan kita, ketika telah berhasil memperluas rumah, ketika bisa memperbanyak barang, dan ketika berhasil menumpuk semua perabotan dan apa saja yang kita senangi, kita akan bahagia, senang, dan gembira. Tanpa kita sadari semua itu justru menjadi jiwa resah, tertekan, dan hanya menambah masalah. Karena bagaimanapun, segala sesuatu akan membawa keresahan, kesuntukan, dan “pajak yang harus dibayar” untuk mendapatkannya.</p>
<p><em>&#8220;</em><em>Dan, janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami cobai mereka dengannya.&#8221;</em> (<strong>QS Thaha: 131)</strong></p>
<p><strong></strong>Seorang reformis terbesar, Rasulullah, ternyata pernah hidup dalam kefakiran, sering membolak-balikan tubuhnya di tempat tidur karena lapar. Di saat seperti itu, tak sebiji kurma pun yang bisa ia temukan untuk menahan rasa laparnya. Meski begitu , ia bisa hidup bahagia, tak banyak tekanan, dan damai. Tapi hanya Allah lah yang tahu kebenaran semua itu.</p>
<p><em>&#8220;Dan, kami telah menghilangkan daripadamu beban yang memberatkan punggungmu.&#8221;</em><strong> (QS. Al-Insyirah: 2-3)</strong></p>
<p><em>&#8220;Dan, adalah karunia Allah atasmu sangat besar&#8221;</em> <strong>(QS. An-Nisa:113)</strong><br />
<em>&#8220;Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan.&#8221;</em> <strong>(QS. Al-An’am:124)</strong></p>
<p><strong></strong>Dalam sebuah hadits sahih disebutkan: <em>“Kebaikan itu adalah akhlak yang baik, sedangkan dosa adalah apa yang terbesit di dalam dadamu, dan engkau tidak suka orang lain tahu akan hal itu.”</em>. Kebaikan adalah kelegaan di hati dan ketenangan di dalam jiwa. Seorang penyair mengatakan, “<em>Kebaikan itu jauh lebih lestari walaupun zaman telah berlalu lama, tapi dosa adalah sejelek-jelek bekal yang engkau simpan.” </em></p>
<p><em></em>Orang yang berbuat baik akan selalu tenang, sedangkan yang curiga akan selalu sibuk ingin tahu apa yang terjadi, apa yang terdetik di dalam hati orang, benda apa saja yang bergerak, dan apa saja.</p>
<p><em>&#8220;Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakkan ditujukan kepada mereka&#8221;. </em>(<strong>QS. Al-Munafiqun: 4)</strong><br />
Mengapa? Karena mereka berbuat tidak baik. Sebuah kenyataan bahwa orang yang berbuat tidak baik akan selalu resah, pikirannya ruwet, dan tidak pernah tenang karena takut.</p>
<p>Berbuat baik dan menjauhi segala keburukan adalah jalan bagi yang menginginkan kebahagiaan, untuk bisa tetap berada dalam rasa aman.</p>
<p>Wallahualam</p>
<p><em>~Banyak menyadur dan mengkaji dari buku La Tahzan karya DR. ‘Aidh al-Qarni</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berlizone.com/apakah-kebahagiaan-itu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hadiah Dakwah Sekolah SMAN 2 Bekasi</title>
		<link>http://berlizone.com/hadiah-dakwah-sekolah-sman-2-bekasi.html</link>
		<comments>http://berlizone.com/hadiah-dakwah-sekolah-sman-2-bekasi.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Mar 2008 14:28:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Berliyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://berlizone.com/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[


Persembahan Dakwah Sekolah :
Menyambut Milad SMAN 2 Bekasi yang ke-25 :
HDSHadiah Dakwah Sekolah
&#8216;Pencitraan Dakwah Sekolah yang Bersahabat, Peduli, dan ProAktif&#8217;
Acara Puncak :
Sabtu, 5 April 2008
Pukul 13.00 WIB
Lab Fisika SMAN 2 Bekasi
Acara :
Taujih &#8216;Keutamaan Memberikan Ilmu dan Mencari Ilmu&#8217;Pengumuman Pooling Siswa dan Guru Ter-..Potong TumpengRamah TamahHiburan : Nasyid Anak Jalanan*
Turut Mengundang Guru2 dan Perwakilan kelas,ekskul, osis
Terbuka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center">
<p style="text-align: center"><img src="http://img153.imageshack.us/img153/3980/hdsfa8.jpg" alt="Hadiah Dakwah Sekolah SMAN 2 Bekasi" width="500" height="150" /></p>
<p align="left"><span id="more-44"></span></p>
<p align="left">Persembahan Dakwah Sekolah :<br />
Menyambut Milad SMAN 2 <span id="lw_1206886363_0" class="yshortcuts" style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; background: transparent none repeat scroll 0% 50%; cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial">Bekasi</span> yang ke-25 :<span style="font-size: large;"><br style="color: #00007f" /></span></p>
<p style="text-align: center"><span style="font-size: large;"><span style="font-weight: bold; color: #00007f;">HDS</span></span><br style="font-weight: bold" /><span style="font-weight: bold; background-color: #ffffbf; color: #c00000;">Hadiah Dakwah Sekolah</span><br style="font-weight: bold" /></p>
<p style="text-align: center"><span style="font-style: italic">&#8216;Pencitraan Dakwah Sekolah yang Bersahabat, Peduli, dan ProAktif&#8217;</span></p>
<p align="left"><span style="font-weight: bold">Acara Puncak :</span><br />
Sabtu, 5 April 2008<br />
Pukul 13.00 WIB<br />
Lab Fisika SMAN 2 <span id="lw_1206886363_1" class="yshortcuts" style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; background: transparent none repeat scroll 0% 50%; cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial">Bekasi</span></p>
<p><span style="font-weight: bold">Acara :</span><br />
<span style="font-style: italic">Taujih &#8216;Keutamaan Memberikan Ilmu dan Mencari Ilmu&#8217;</span><br style="font-style: italic" /><span style="font-style: italic">Pengumuman Pooling Siswa dan Guru Ter-..</span><br style="font-style: italic" /><span style="font-style: italic">Potong Tumpeng</span><br style="font-style: italic" /><span style="font-style: italic">Ramah Tamah</span><br style="font-style: italic" /><span style="font-style: italic">Hiburan : Nasyid Anak Jalanan*</span><br style="font-style: italic" /><br />
Turut Mengundang Guru2 dan Perwakilan kelas,ekskul, osis</p>
<p>Terbuka Ladang Amal yang bagi ingin berinfaq untuk acara tersebut dapat Transfer ke Rekening Ash-Shaff<br />
<span style="font-weight: bold">BSM cab. MIPA UI No.Rek 1637008186</span><br />
atau<br />
<span style="font-weight: bold">BCA a/n Albert Kurniawan No.Rek 0354112210</span><br />
Bagi sudah transfer dapat konfiirmasi ke Abe 085691383840/ javac_abe@yahoo. com. Dikirim kemana dan berapa besarnya.</p>
<p align="left">
<p align="left"><span style="font-style: italic; color: #007f40;"><span style="font-weight: bold">&#8220;Berjamaah Dalam Posisi Keruh Lebih Baik Daripada Kesendirian Dalam Posisi Bersih&#8221;</span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berlizone.com/hadiah-dakwah-sekolah-sman-2-bekasi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sudahkah Kita Akrab dengan Air??</title>
		<link>http://berlizone.com/sudahkah-kita-akrab-dengan-air.html</link>
		<comments>http://berlizone.com/sudahkah-kita-akrab-dengan-air.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Mar 2008 06:13:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Berliyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Air]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://berlizone.com/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman? (Al Anbiyaa’: 30)
Dalam satu penelitian yang dilakukan oleh seorang ilmuwan Jepang, Masaru Emoto, ternyata air mempunyai kekuatan yang dahsyat. Setidaknya itulah yang menjadi kesimpulan dalam bukunya yang berjudul “The Hidden Message in Water”. Bahwasanya air mempunyai indra yang dapat merasa, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span class="gen"><strong><em><span style="font-family: Arial">Dan dari air </span></em></strong></span><span class="gen"><strong><em><span style="font-family: Arial" lang="IN">Kami jadikan</span></em></strong></span><span class="gen"><strong><em><span style="font-family: Arial"> segala</span></em></strong></span><span class="gen"><strong><em><span style="font-family: Arial" lang="IN"> sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?</span></em></strong></span><span class="gen"><strong><em><span style="font-family: Arial"> (Al Anbiyaa’: 30)</span></em></strong></span><strong><em><span style="font-family: Arial"><o:p></o:p></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial" lang="IN">Dalam satu penelitian yang dilakukan oleh seorang ilmuwan Jepang, Masaru Emoto, ternyata air mempunyai kekuatan yang dahsyat. Setidaknya itulah yang menjadi kesimpulan dalam bukunya yang berjudul “The Hidden Message in Water”. Bahwasanya air mempunyai indra yang dapat merasa, mencium, berbuat, dan banyak lainnya. Penelitian yang dilakukan mungkin agak terlihat sedikit </span><span style="font-family: Arial">unik</span><span style="font-family: Arial" lang="IN">, yaitu dengan cara mengambil sampel air keran yang dimasukkan ke dalam gelas. Gelas-gelas tersebut kemudian diberi label berupa tulisan. Salah satu gelas diberi label dengan tulisan ”Terima Kasih”, sedangkan gelas lainnya diberi label dengan tulisan “Kamu Bodoh”. Lalu kedua gelas tersebut didiamkan beberapa saat (semalam) untuk selanjutnya dibekukan sampai menjadi es. Es tersebutlah yang diambil sampelnya untuk dilihat dengan mikroskop dan di foto. Hasilnya sungguh menakjubkan, dimana gelas dengan tulisan “Terima Kasih” membentuk heksagonal dengan butiran kristal yang sangat indah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span id="more-42"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial" lang="IN">Bukan hanya itu, dalam penelitian tersebut juga digunakan musik sebagai pengganti tulisan. Salah satu gelas diperdengarkan musik dengan alunan lembut sedangkan gelas lainnya diperdengarkan musik heavy metal. Hasilnya, setelah dibekukan air yang diperdengarkan lagu dengan alunan lembut tersebut membentuk kristal yang sangat indah, sebaliknya gelas yang diperdengarkan musik heavy metal tidak membentuk kristal dan tidak berwujud indah.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial" lang="IN">Mun</span><span style="font-family: Arial">g</span><span style="font-family: Arial" lang="IN">kin itu pula salah satu alasan yang dilakukan sebagian orang ketika melakukan pengobatan (alternatif) dengan menyediakan gelas yang diisi air lalu dengan membacakan kalimat-kalimat tertentu, maka diyakini air tersebut bisa menjadi obat.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial" lang="IN">Tubuh manusia juga terdiri<span>  </span>atas 70% air, jadi ketika tubuh kita bermasalah tentu ada aliran air yang dalam tubuh yang tidak lancar. Contoh lain yang dilakukan seorang peneliti yang juga berasal dari Jepang adalah bahwa dalam tubuh manusia, pada otak terdapat</span><span style="font-family: Arial" lang="IN"> </span><span style="font-family: Arial" lang="IN">suatu tempat yang jarang sekali mendapatkan asupan darah (zat cair) sehingga itulah yang menyebabkan seseorang mengalami sakit kepala atau migran.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial" lang="IN">Dari penelitian yang dilakukan, ternyata penyakit-penyakit tersebut jarang menghinggapi orang yang rajin sholat, karena pada saat orang tersebut sujud, maka aliran darah itu mengalir ke tempat di otak yang jarang mendapatkan asupan darah tersebut. Jika kita berpikir lebih jauh, sesungguhnya awal dan akhir manusia juda dengan air. Bukankah manusia diciptakan dari setetes air mani??</span><span style="font-family: Arial"><o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Manusia membutuhkan air dalam hidupnya. Banyak manfaat yang bisa diambil dari air, contoh dalam hal kecil seperti untuk mencuci, mandi, dan membilas misalnya. Dari kecil manusia membutuhkan air untuk hidup, bahkan sampai mati pun manusia membutuhkan air, yaitu untuk memandikan jenazahnya. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Tidak hanya manusia, segala sesuatu yang berada di dunia ini butuh air. Hewan dan tumbuhan juga memerlukan air untuk kelangsungan hidupnya.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span class="gen"><strong><em><span style="font-family: Arial" lang="IN">Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa</span></em></strong></span><span class="gen"><strong><em><span style="font-family: Arial"> air</span></em></strong></span><span class="gen"><strong><em><span style="font-family: Arial" lang="IN">, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu</span></em></strong></span><span class="gen"><strong><em><span style="font-family: Arial"> segala</span></em></strong></span><span class="gen"><strong><em><span style="font-family: Arial" lang="IN"> jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan</span></em></strong></span><strong><em><span style="font-family: Arial">. (Al Baqarah: 164).<o:p></o:p></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Terkadang kita jarang mempedulikan hal-hal kecil yang berhubungan dengan ini. Tidak sedikit dari kita yang merasa tak acuh ketika melihat keran air terbuka, menganggap itu bukan urusan kita karena orang lain lah yang membukanya. Atau ketika hendak mengambil wudhu, tak jarang tanpa disadari kita masih asik mengobrol dengan teman sebelah padahal keran air sudah terbuka. Sekecil apapun masalah tersebut kita anggap, tetap saja sikap tersebut adalah sikap yang tidak menghargai air.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Dalam skala yang lebih besar, sikap tidak menghargai air dapat mengakibatkan suatu hal yang berdampak lebih luas yang kita sering sebut sebagai “bencana”. Pencemaran sungai misalnya, karena sikap tidak menghargai dengan menganggap sungai adalah “tempat sampah” maka timbul lah penyakit atau bahkan banjir. Semua itu tidak lain adalah hasil perbuatan manusia sendiri.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span class="gen"><strong><em><span style="font-family: Arial" lang="IN">Telah nampak</span></em></strong></span><span class="gen"><strong><em><span style="font-family: Arial"> kerusakan </span></em></strong></span><span class="gen"><strong><em><span style="font-family: Arial" lang="IN">di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).</span></em></strong></span><span class="gen"><strong><em><span style="font-family: Arial"> (Ar Ruum : 30)</span></em></strong></span><span class="gen"><span style="font-family: Arial"><o:p></o:p></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span class="gen"><span style="font-family: Arial">Dibalik semua itu, banyak yang bisa kita lakukan untuk menjadi akrab dengan air. Mulai dari yang kecil seperti menghemat penggunaan air, menutup keran yang kurang rapat, sampai hal besar seperti tidak mencemari aliran air (sungai). Dengan melakukan itu kita sudah berpartisipasi untuk mengakrabkan diri dengan air. Jika kita membutuhkan air, maka marilah kita bersikap menjadi lebih menghargai air. <o:p></o:p></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span class="gen"><span style="font-family: Arial">Jadi, sudahkah kita akrab dengan air??</span></span><span style="font-family: Arial"><o:p></o:p></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berlizone.com/sudahkah-kita-akrab-dengan-air.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ingin Aku Sepertimu</title>
		<link>http://berlizone.com/ingin-aku-sepertimu.html</link>
		<comments>http://berlizone.com/ingin-aku-sepertimu.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Feb 2008 07:17:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Berliyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://berlizone.com/?p=50</guid>
		<description><![CDATA[

Postingan kedua pekan ini, tulisan di bawah ini saya temukan di lemari kamar rumah, diketik ulang dan diedit sebagian. Yup, tulisan seorang anak SMA yang “cemburu”
kepada seseorang yang paling berpengaruh dan dekat dalam kehidupannya. Hehehe&#8230;

Teruntukmu,
Sosok yang paling aku inginkan untuk dijadikan bagian dalam diriku. 
 

Ingin aku sepertimu,
Sosok yang tidak pernah lupa untuk memulai setiap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="font-family: Cambria; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 12px; line-height: normal; margin: 0px"><!--StartFragment--></p>
<p class="MsoNormal"><!--StartFragment--></p>
<p class="MsoNormal"><span class="Apple-style-span" style="font-size: 14px; line-height: normal; font-family: Cambria;">Postingan kedua pekan ini, tulisan di bawah ini saya temukan di lemari kamar rumah, diketik ulang dan diedit sebagian. Yup, tulisan seorang anak SMA yang “cemburu”</span></p>
<p>kepada seseorang yang paling berpengaruh dan dekat dalam kehidupannya. Hehehe&#8230;</p>
<p style="font-family: Cambria; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; margin: 0px">
<p style="font-family: Cambria; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; margin: 0px"><span class="Apple-style-span" style="font-style: italic">Teruntukmu,</span></p>
<p style="font-family: Cambria; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; margin: 0px"><span class="Apple-style-span" style="font-style: italic">Sosok yang paling aku inginkan untuk dijadikan bagian dalam diriku. </span></p>
<p style="font-family: Cambria; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; margin: 0px"><span class="Apple-style-span" style="font-style: italic"> </span></p>
<p><span id="more-38"></span></p>
<p style="font-family: Cambria; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; margin: 0px"><span class="Apple-style-span" style="font-style: italic">Ingin aku sepertimu,</span></p>
<p style="font-family: Cambria; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; margin: 0px"><span class="Apple-style-span" style="font-style: italic">Sosok yang tidak pernah lupa untuk memulai setiap aktifitas dengan Basmallah </span></p>
<p style="font-family: Cambria; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; margin: 0px"><span class="Apple-style-span" style="font-style: italic">dan menutupnya dengan Hamdalah.</span></p>
<p style="font-family: Cambria; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; margin: 0px">
<p style="font-family: Cambria; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; margin: 0px"><span class="Apple-style-span" style="font-style: italic"> </span></p>
<p style="font-family: Cambria; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; margin: 0px"><span class="Apple-style-span" style="font-style: italic">Ingin aku sepertimu,</span></p>
<p style="font-family: Cambria; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; margin: 0px"><span class="Apple-style-span" style="font-style: italic">Sosok yang selalu menebarkan wangi jiwa disetiap langkah yang kau tempuh.</span></p>
<p style="font-family: Cambria; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; margin: 0px">
<p style="font-family: Cambria; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; margin: 0px"><span class="Apple-style-span" style="font-style: italic"> </span></p>
<p style="font-family: Cambria; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; margin: 0px"><span class="Apple-style-span" style="font-style: italic">Ingin aku sepertimu,</span></p>
<p style="font-family: Cambria; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; margin: 0px"><span class="Apple-style-span" style="font-style: italic">Sosok yang selalu telah melakukan kebaikan sebelum mengajak untuk melakukan hal serupa.</span></p>
<p style="font-family: Cambria; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; margin: 0px">
<p style="font-family: Cambria; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; margin: 0px"><span class="Apple-style-span" style="font-style: italic"> </span></p>
<p style="font-family: Cambria; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; margin: 0px"><span class="Apple-style-span" style="font-style: italic">Ingin aku sepertimu,</span></p>
<p style="font-family: Cambria; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; margin: 0px"><span class="Apple-style-span" style="font-style: italic">Sosok yang selalu berwajah teduh dalam segala keadaan, ikhlas dalam menghadapi cobaan, </span></p>
<p style="font-family: Cambria; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; margin: 0px"><span class="Apple-style-span" style="font-style: italic">dan mengambil hikmah disamping pengalaman.</span></p>
<p style="font-family: Cambria; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; margin: 0px">
<p style="font-family: Cambria; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; margin: 0px"><span class="Apple-style-span" style="font-style: italic"> </span></p>
<p style="font-family: Cambria; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; margin: 0px"><span class="Apple-style-span" style="font-style: italic">Ingin aku sepertimu,</span></p>
<p style="font-family: Cambria; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; margin: 0px"><span class="Apple-style-span" style="font-style: italic">Sosok yang mampu menjadi pelindung bagi yang kau cintai, </span></p>
<p style="font-family: Cambria; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; margin: 0px"><span class="Apple-style-span" style="font-style: italic">sosok yang mampu memberikan kenyamanan serta rasa aman bagi orang yang kau cintai itu.</span></p>
<p style="font-family: Cambria; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; margin: 0px">
<p style="font-family: Cambria; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; margin: 0px"><span class="Apple-style-span" style="font-style: italic"> </span></p>
<p style="font-family: Cambria; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; margin: 0px"><span class="Apple-style-span" style="font-style: italic">Ingin aku sepertimu,</span></p>
<p style="font-family: Cambria; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; margin: 0px"><span class="Apple-style-span" style="font-style: italic">Sosok yang mampu memberikan ketenangan jiwa bagi siapa saja yang berada didekatmu.</span></p>
<p style="font-family: Cambria; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; margin: 0px">
<p style="font-family: Cambria; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; margin: 0px"><span class="Apple-style-span" style="font-style: italic"> </span></p>
<p style="font-family: Cambria; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; margin: 0px"><span class="Apple-style-span" style="font-style: italic">Ingin aku sepertimu,</span></p>
<p style="font-family: Cambria; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; margin: 0px"><span class="Apple-style-span" style="font-style: italic">Sosok yang selalu tersenyum manis penuh keikhlasan, dan membuat set<br />
iap orang merindukan senyumanmu.</span></p>
<p style="font-family: Cambria; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; margin: 0px">
<p style="font-family: Cambria; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; margin: 0px"><span class="Apple-style-span" style="font-style: italic"> </span></p>
<p style="font-family: Cambria; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; margin: 0px"><span class="Apple-style-span" style="font-style: italic">Ingin aku sepertimu,</span></p>
<p style="font-family: Cambria; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; margin: 0px"><span class="Apple-style-span" style="font-style: italic">Sosok yang tidak banyak bicara namun bersedia mendengarkan keluh-kesah sekitarmu.</span></p>
<p style="font-family: Cambria; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; margin: 0px">
<p style="font-family: Cambria; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; margin: 0px"><span class="Apple-style-span" style="font-style: italic"> </span></p>
<p style="font-family: Cambria; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; margin: 0px"><span class="Apple-style-span" style="font-style: italic">Ingin aku sepertimu,</span></p>
<p style="font-family: Cambria; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; margin: 0px"><span class="Apple-style-span" style="font-style: italic">Sosok pemimpin yang arif dan senantiasa memadukan kelembutan dan ketegasan.</span></p>
<p style="font-family: Cambria; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; margin: 0px">
<p style="font-family: Cambria; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; margin: 0px"><span class="Apple-style-span" style="font-style: italic"> </span></p>
<p style="font-family: Cambria; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; margin: 0px"><span class="Apple-style-span" style="font-style: italic">Ingin aku sepertimu,</span></p>
<p style="font-family: Cambria; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; margin: 0px"><span class="Apple-style-span" style="font-style: italic">Sosok yang dihormati bukan karena jabatan tapi karena amalan yang kau kerjakan.</span></p>
<p style="font-family: Cambria; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; margin: 0px">
<p style="font-family: Cambria; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; margin: 0px"><span class="Apple-style-span" style="font-style: italic"> </span></p>
<p style="font-family: Cambria; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; margin: 0px"><span class="Apple-style-span" style="font-style: italic">Ingin aku sepertimu, </span></p>
<p style="font-family: Cambria; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; margin: 0px"><span class="Apple-style-span" style="font-style: italic">Sosok yang dipandang karena kemuliaan hati dan perbuatan, </span></p>
<p style="font-family: Cambria; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; margin: 0px"><span class="Apple-style-span" style="font-style: italic">bukan karena harta yang bergelimang.</span></p>
<p style="font-family: Cambria; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; margin: 0px">
<p style="font-family: Cambria; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; margin: 0px"><span class="Apple-style-span" style="font-style: italic"> </span></p>
<p style="font-family: Cambria; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; margin: 0px"><span class="Apple-style-span" style="font-style: italic">Ingin aku sepertimu,</span></p>
<p style="font-family: Cambria; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; margin: 0px"><span class="Apple-style-span" style="font-style: italic">Sosok yang selalu mampu memotivasi diri dan membuat orang sekitarmu termotivasi.</span></p>
<p style="font-family: Cambria; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; margin: 0px">
<p style="font-family: Cambria; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; margin: 0px"><span class="Apple-style-span" style="font-style: italic"> </span></p>
<p style="font-family: Cambria; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; margin: 0px"><span class="Apple-style-span" style="font-style: italic">Ingin aku sepertimu,</span></p>
<p style="font-family: Cambria; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; margin: 0px"><span class="Apple-style-span" style="font-style: italic">Sosok yang selalu sabar dalam membimbing orang sepertiku, </span></p>
<p style="font-family: Cambria; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; margin: 0px"><span class="Apple-style-span" style="font-style: italic">sosok yang mengajarkan segala hal sesuai ajaran Allah dan Rasulnya.</span></p>
<p style="font-family: Cambria; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; margin: 0px">
<p style="font-family: Cambria; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; margin: 0px"><span class="Apple-style-span" style="font-style: italic"> </span></p>
<p style="font-family: Cambria; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; margin: 0px"><span class="Apple-style-span" style="font-style: italic">Subhanallah, </span></p>
<p style="font-family: Cambria; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; margin: 0px"><span class="Apple-style-span" style="font-style: italic">Maha Suci Allah yang telah menghadirkan sosok seperti dirimu dalam kehidupanku,</span></p>
<p style="font-family: Cambria; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; margin: 0px"><span class="Apple-style-span" style="font-style: italic">sosok pemilik sifat yang begitu ingin aku miliki darimu.</span></p>
<p><span class="Apple-style-span" style="font-size: 14px; line-height: normal; font-family: Cambria;">Hmmmm&#8230;ternyata saya dulu berbakat dalam bikin tulis-tulisan kaya gini ya..Hehehe..</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berlizone.com/ingin-aku-sepertimu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
