Dibalik Suatu Keburukan
Ramai euy, akhir-akhir ini banyak blogger yang lagi rame-ramenya ngomongin masalah bangsa yang konon bernama Indonesia ini. Tengok saja tulisan kamal yang mengomentari busuknya pengadilan di Indonesia, lalu Ringo yang membahas “wakil rakyat” yang tidak merakyat pada tulisannya, tidak ketinggalan juga Dhiemas yang mengangkat topik penyalahartian feminisme, dan masih banyak blogger lain yang membahas hal serupa. Intinya sama yaitu permasalahan bangsa. Yah memang tidak bisa dipungkiri apa yang mereka tulis itu adalah benar adanya, parahnya semua itu sudah dianggap sebagai cerminan bangsa kita ini.
Tapi benarkah sudah tidak ada lagi nilai kebaikkan yang tersisa dari bangsa yang konon pernah mendapatkan sebutan “tanah surga” ini?? Teringat akan buku Setengah Isi Setengah Kosong buah karya Parlindungan Marpaung yang mengatakan bahwa sudut pandang berbeda akan mempengaruhi hal yang berbeda. Cara pandang positif berkemungkinan besar menghasilkan hasil yang positif namun juga berlaku sebaliknya. Nah karena permasalahan bangsa yang ada sudah banyak terwakili oleh para blogger lain, saya akan mencoba menuliskan hal-hal positif yang dimiliki oleh bangsa. Karena memang kita masih punya sesuatu yang patut kita banggakan, sesuatu yang seharusnya kita syukuri namun terkadang kita lupakan.
Indonesia negara merdeka lho…
Yaah, semua orang memang sudah tahu tapi sayangnya beberapa belum meresapi maknanya. Bisa dikatakan merdeka di sini adalah modal awal yang sangat besar dalam kemajuan suatu bangsa. Tengoklah bangsa-bangsa di belahan dunia lainnya, tidak sedikit yang belum merdeka sepenuhnya. Masih banyak negara-negara yang terusik kemerdekaannya akibat perang atau serangan bangsa lain. Sedangkan bangsa kita sendiri, sudah tidak ada lagi yang mengusiknya secara fisik dan bahkan sudah memiliki bentuk pemerintahan yang sepenuhnya diatur oleh kita sendiri. Beruntung kah bangsa kita?? Sebagian benar tapi sangat tidak fair juga jika kita menganggap kemerdekaan itu hanya keberuntungan semata, karena perjuangan oleh generasi sebelum kita juga lah kemerdekaan ini kita dapatkan. Jika kita tengok ke belakang sebentar, terlihat bahwa kesolidan justru ada pada saat kita terjajah. Momen-monen dimana seluruh rakyat bersatu sangat terasa saat itu. Memang wajar bagi kita yang lahir setelah kemerdekaan kita dapatkan ini belum atau kurang bisa meresapi makna perjuangan itu, tapi bukankah setiap manusia mempunyai akal pikiran untuk belajar mengambil pelajaran dari berbagai hal. Jadi marilah kita belajar dari generasi sebelum kita untuk bersatu meneruskan perjuangan mereka dengan mengisi kemerdekaan ini. Jika mereka dahulu saja bisa bersatu, kita yang tinggal meneruskan perjuangan mereka pasti bisa juga kan??
Indonesia memang kaya akan budaya dan hasil alam lho…
Pernah saya mendengar sebuah cerita bahwa bangsa Jepang pun bersedia untuk menukarkan negara beserta semua teknologi yang mereka miliki sekarang dengan negara kita ini. Yah, memang seluruh dunia pun sudah mengakui kekayaan alam yang melimpah di negara kita ini. Ibaratnya kita diberi modal banyak dan hanya perlu mengolahnya saja. Jika pengetahuan dan teknologi yang kurang adalah alasan untuk menghambat kita, maka jadikan lah kekayaan alam itu sebagai motivasi untuk mengejar ilmu pengetahuan dan teknologi yang belum kita dapatkan. Sama halnya dengan kebudayaan, tidak diragukan lagi banyaknya kebudayaan yang kita miliki cukup berharga untuk kita pelihara. Bahkan saking berharganya kebudayaan kita, sampai bangsa lain pun begitu ingin untuk memilikinya juga. Kaya akan kebudayaan dan teknologi, dua hal itu sudah cukup berharga untuk kita jadikan motivasi agar menjadi bangsa yang lebih baik. Yah, kalau bangsa Jepang memotivasi diri mereka karena keterbatasan kekayaan alam yang mereka miliki sehingga bisa mendapatkan teknologi yang mampu mengolahnya secara maksimal, kita juga bisa menjadikan kekayaan alam yang melimpah sebagai motivasi untuk mengolahnya kan??
Indonesia memang ramah lho…
Pernah saya dengar dari salah seorang yang menceritakan pengalamannya pergi ke negeri orang. Beliau mengatakan tidak menemukan keramahan yang bisa dirasakan di Indonesia. Hal tersebut beliau simpulkan saat sedang kesulitan untuk mencari lokasi dan menanyakannya kepada penduduk setempat, hasilnya butuh waktu yang lama untuk menemukan orang yang benar-benar peduli dan bisa membantu. Sebagian besar orang yang dia minta bantuannya bersikap tak acuh dan menyuruh dia untuk mencarinya sendiri. Lain halnya dengan ketika dia pergi suatu daerah di Indonesia yang walaupun belum pernah dia kunjungi sebelumnya namun bisa merasakan keramahan penduduk aslinya. Terlihat bukan, kalau itu merupakan hal positif yang bisa kita jadikan alasan untuk bangkit. Lah, bangsa lain yang tingkat kepeduliannya dibawah kita saja bisa untuk bersatu, kita juga pasti bisa kan??
Yah, mungkin hal-hal diatas bisa membuat kita sadar bahwa masih ada kebaikan yang dimiliki oleh bangsa kita dibalik keburukan-keburukan yang ada. Memang keburukan dan permasalahan yang ada pada bangsa kita harus kita selesaikan, tapi jika hanya fokus kepada permasalahan tanpa menghargai dan mensyukuri nilai kebaikkan yang ada, itu bukan tindakan yang bijak juga kan. Tapi sekali lagi itu berawal dari seberapa luas sudut pandang kita mampu melihat keadaan bangsa kita ini….
Wallahualam….











hm… cangkir terlihat setengah kosong atau setengah isi ya….. hm….. :)
Waktu saiia di Jepang, yang memuji bangsa Indonesia juga tidak sedikit loo. Tapi tetap saja Indonesia lebih nyaman. tetep Home sweet home lah yang terbaik. :cool:
Klo pandangan hati gimana Ber?
Sudah sejauh mana hatimu mampu memandangnya?
Sudah mantab kah pandangan hatimu itu?
:razz: :razz: :razz:
Pulang ah..
“Indonesia negara merdeka lho..”
Indonesia memang merdeka dari segi demokrasi, tapi sekarang Indonesia itu lagi dijajah ama ekonomi yang dampaknya lebih buruk dari yang dibayangkan…
“Indonesia memang kaya akan budaya dan hasil alam lho…”
Kaya budaya dan hasil alam belum tentu menjadi negara makmur. Lihat saja Singapura yang SDA-nya kalah jauh ama Indonesia, tapi apa buktinya??? Indonesia itu bisa dibilang negara yang konsumtivisme (bener ga tuh tulisannnya). Maunya ngimpor, tapi ga mau bikin sendiri.Itu sama aja bikin kaya negara orang tapi negara sendiri tambah miskin..
~SeriusMode:On
~CMIIW
Memang benar bangsa kita masih mempunyai sesuatu hal yang masih dibanggakan seperti kebudayaan dan sumber daya alam yang melimpah, tapi bukan berarti kebanggaan ini membuat kita terlena untuk mengadakan perubahan yang baik dalam negara kita…
~sotoy nih
@datum
dua duanya benar, tinggal kitanya aja milih yang mana.. hehehehe…
@code name K
Wah ente lupa Taushiyah ane yang mengutip dari perkataan Aa Gym..
Pandangan mata,selalu menipu.
Pandangan akal,selalu tersalah.
Pandangan nafsu, selalu meluruh
Pandangan hati, itulah yang Hakiki.
Hehehe…
@Ringo
Hmmmm…Yup, benar semua, tapi klo kerjaan kita cuma ngumpulin keburukan2nya doank kan sama juga boonk… Nah, dengan memanfaatkan apa yang bisa kita jadikan modal demi kemajuan bangsa itulah bisa dijadikan motivasi untuk bangkit kan??
@drys
justru itu yang harus diubah kan Dim..
Dikasih kekayaan alam besar, kita tinggal pilih dipake semaunya atau dimanfaatkan sebaik-baiknya.. Bukan kekayaan alamnya yang salah kan…. :mrgreen:
jadi inget, ada tulisan kakak kelas terkait postingan berli kali ini..
http://selembarkertas.blogspot.com/2006/07/berbaik-sangka-kepada-indonesia.html
@azka
Wah iya sudah saya baca… :cool:
Tulisannya bagus, malah udah ditulis dari tahun 2006 lalu ya’.. :mrgreen:
Sekarang malah teman-teman di Singapore sedang ada rencana bikin buku “Hope For Indonesia”. Yah, mungkin ntar jadi semacam kumpulan tulisan yang kayak gini kali ya.
Mungkin ada rencana bikin blog serupa? Atau aggregatornya misalnya? Hehe, nyentil2 nih. Harusnya anak Fasilkom bisa kontribusi banyak ke dunia blog.
Salam kenal juga. Makasih udah mampir ke blog saya :)
Assalamu’alaikum,
Radon
Subhanallah1
dengan ini berarti kayakna ane udah jadi top-commentator nih!
hmmh, menurut ane sih…
ndak jadi deh, ane balasnya di postingan ane aja nanti…
tungguin yah!
“Indonesia memang kaya akan budaya dan hasil alam lho…”
sayangnya rakyat ga bisa nikmatin kekayaan alam Indonesia :sad:
@Radon
Wah, belum terpikirkan sampai situ mas. Mungkin nunggu temen-temen yang dari Singapore dulu..hehehe..
Semangat2,sekarang baru bisa mendukung saja.. :mrgreen:
@Hamba Allah
Saya sudah menunggu sejak lama, launchingnya kapan mpi’?? Buruan…
@Boy4Life
Bisa ko’ klo berusaha dan belajar untuk tahu bagaimana memanfaatkannya.. Jangan nyerah dulu dunks… :mrgreen:
Indonesia… tanah air beta…
:roll:
@Yuan
Lah, dia malah nyanyi..
Hehehehe…
emang bner kita ini harusnya gak banyak mikirin masalah. Toh masalahnya itu2 juga, mendingan kita fokus ke solusi
@Kamal
Yup, setuju..
yah inti tulisan ini memang seperti apa yang Kamal katakan..hehehe..
Belom lagi sinetron Indonesia yang semakin memperparah sikap bangsa ini. Cukup memprihatinkan.
Btw, ada senior gw tuh di atas (Radon), hehehe
sundul ah,,, :razz:
@Oscarz
Hoalah jadi pada Reunian,,,
Yup, sekarang ini sinetronnya emang jarang yg ngomongin kebaikkan penduduk Indonesia…
di balik keburukan pasti ada hikmahnya
numpang lewat dulu juragan