Sang Pemilik Budaya Meneliti

http://noizzylt.deviantart.com

“Milikilah budaya meneliti sekalipun anda bukan seorang peneliti”, begitulah kata seorang Profesor yang biasa mengajar saya di mata kuliah  Digital Image Processing atau bahasa kerennya Pengolahan Citra. Hehe.. Dan harus diakui perkataan beliau tersebut cukup memotivasi siapapun yang mendengarnya.

Lalu siapakah yang membutuhkan budaya meneliti?? Kembali ke perkataan diatas, dari situ dapat kita simpulkan bahwa bukan hanya seorang peneliti yang harus mempunyai budaya meneliti, tapi siapa pun membutuhkan budaya tersebut.

Benarkah seperti itu?? Mari kita coba buktikan dengan pendekatan yang berbeda. Pada dasarnya penelitian dilakukuan ketika terdapat suatu masalah yang diketahui, dan masalah tersebutlah yang akan dicarikan suatu solusinya. Orang yang memiliki budaya meneliti bukan hanya mampu mengindetifikasikan suatu masalah namun juga berusaha mencari solusinya. Budaya meneliti sangat berguna untuk menemukan suatu masalah dan mencari solusinya, sehingga dibutuhkan oleh orang-orang yang mempunyai masalah. Lalu pertanyaannya adalah, “Adakah seseorang yang sama sekali tidak mempunyai masalah dalam hidupnya??” Saya yakin hampir semua akan menjawab “Tidak”. Jadi, cukup relevan jika saya menyimpulkan Semua Orang membutuhkan budaya meneliti.


Ambil contoh yang sederhana, yaitu tentang seorang mahasiswa yang sering terlambat datang ke kelas. Jika dia memiliki budaya meneliti maka pasti dia akan menyadari bahwa itu adalah masalah, meneliti untuk mencari tahu penyebab masalahnya, lalu berusaha mencari solusi untuk masalahnya itu. Sebaliknya, tanpa budaya meneliti yang cenderung dia lakukan adalah menganggap masalahnya itu sebagai suatu kewajaran dan berharap akan berlalu atau selesai begitu saja, bahkan yang paling parah adalah dia tidak menyadari bahwa itu adalah sebuah masalah.

Dengan scope yang lebih luas lagi, misalnya seperti masalah kemacetan kota, musibah banjir, bencana kelaparan, atau bahkan kemiskinan. Sudahkah masalah-masalah tersebut diteliti dengan benar untuk dicari solusinya?? Atau hanya dianggap sebagai suatu kewajaran yang akan berlalu begitu saja?? Semoga para pemimpin bangsa dan siapa saja yang mengaku wakil rakyat memiliki budaya meneliti untuk masalah bangsa tersebut. hehe..

Yaah, ternyata memang budaya meneliti tidak hanya dibutuhkan oleh mahasiswa yang sering bangun kesiangan atau pemimpin bangsa, tapi juga dibutuhkan oleh semua orang. Sang Pemilik Budaya Meneliti lah yang mampu menyelesaikan suatu masalah dengan cara yang terbaik.

Semoga tulisan singkat ini mampu menanamkan budaya meneliti bagi siapapun yang membacanya.

11 Responses to “ Sang Pemilik Budaya Meneliti ”

  1. ternyata memperhatikan serius kuliahnya! :razz:

    Problem solver intinya, bukan sang penerima hibah. Bagus juga sepertinya berli meneliti perkataan yang disampaikan oleh ibunda… :wink:

  2. yah, ngga jadi PERTAMAX..
    jadinya KEDUAXX..

    berarti harus diteliti masalahnya kenapa ngga bisa jadi pertamax ya?? :mrgreen:

    ternyata yg jadi pertamax aa’ ikpoe…

    so, sebagai calon pemimpin, Berli sepertinya sudah mulai (atau mungkin sudah punya) kebudayaan meneliti untuk mengetahui permasalahan apa saja yang terjadi di kampus dan menemukan solusinya..

    amiin..

  3. yah! gak PERTAMAX! :evil:

    telat nie kabarinnya,, bei..
    yasu,, mark posisi k3 dulu dei,, skrg lgi overwhelmed sma KM (data entry+ laporan) + dmnt print ini-itu dr kiri-kanan.. :shock:
    gw bca nya tar(an) lgi, yaks. nuhun,, _||_

    Ps. bei,, mnt script” yg lo tawrn + cra pasang flash di joomla (for SI). THx

  4. @ikpoe
    Hohoho…saya memang selalu memperhatikan dosen mengajar, walaupun tidak mengerti apa maksudnya. hwehehehe…

    @Indra
    Sudah ada mat, hanya saja menjaganya yang cukup sulit..

    @snowball
    Selamat berjuang dengan tugas KMnya van..

  5. Waduh!

    baru baca nie..
    (dikala kuliah tambahan KM (waduh! ini juga masalah yang perlu di teliti kembali)) :mrgreen:

    Pemikiran Bei sudah cukup jauh sepertinya (yoi! DPM).
    (kok berasa ada implication rules yah d’sela” bacaan tsb diatas) :lol:
    Nah. Tunjukkan kemampuan Meneliti loe Bei. dan bangun Fasilkom sesuai hasil analisa, tela’ah, dan penelitian mu.

  6. berasa dejavu
    hehe…

    abis ini posting tentang ‘bagaimana menjaga budaya meneliti di tengah lingkungan nonpeneliti’, Ber
    hehe..

  7. @Snowball
    dan bangun Fasilkom sesuai hasil analisa, tela’ah, dan penelitian mu.

    Fasilkom kan udah lumayan tingg van, ada 6 lantai, mau dibangun nambah satu lantai lagi?? Hehehe…

    @e-ujan
    Itu mah buat irene aja deh..
    Silahkan Ren, nanti saya yang baca. hoho..

  8. koq kayak kuliah metpen ya, berli?
    ada ajakan2 semacam itu…. :idea: :mrgreen:

  9. @yans
    Yaah, klo kuliah MetPen kan memang masih nyambung. Sama-sama ada kata Penelitiannya..hehe..

  10. ini dia peserta kuliah metpen yang baik :p

  11. @kamal
    Hohohoho…iya dunks..
    makanya ente perhatiin juga dunks..

Leave a Reply

::2 ::3 ::4 ::5 ::6 ::27 ::12 ::32 ::16 ::22 more »

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <blockquote cite=""> <code> <em> <strong>