Sayonara VAIO
Sabtu, 29 Desember 2007.
Hari ini diawali dengan pagi yang cerah dan seperti hari-hari sebelumnya, tidak ada yang aneh dengan hari ini. Sayangnya apa yang saya alami tidak secerah dan sehangat sapaan mentari di pagi hari. (kerenkan bahasanya. Hehehe..)
Yup, hari ini ada acara edu day expo di sebuah Sekolah Menengah Atas di kawasan Bekasi sebut saja etniz, yang memang itu adalah sekolah tempat saya menimba ilmu beberapa tahun lalu saat masih belia. (Halah..). Acaranya sih sederhana hanya pameran pendidikan yang isinya stan-stan dari berbagai perguruan tinggi. Kebetulan saya ikut serta untuk mengisi stan UI bersama para alumni yang lain, karena sebelumnya memang sudah diundang oleh pihak sekolah.
Dan ceritapun dimulai……
Sebetulnya hari ini juga ada Momen Kekerabatan Fasilkom yang bertempat di Bumi Perkemahan Cibubur dimulai dari Jum’at sampai Minggu. Setelah bermalam di tenda saya pun memutuskan untuk terbang ke Bekasi dari Cibubur jam 6 pagi dan berniat untuk kembali ke Cibubur setelah urusan di sana selesai. Dan sampai saat itu, saya masih belum merasakan akan terjadi sesuatu hari ini. Hehehe…
Tiga puluh menit kemudian, saya sampai di rumah tercinta dan tanpa basa-basi langsung melanjutkan tidur yang tertunda. Hehehe… engga’ dink bohong, yang benar langsung bersih-bersih dan mempersiapkan semua barang yang diperlukan untuk acara edu day expo itu, dan tentunya tidak lupa juga dengan almamater, brosur-bosur, dan laptop yang sudah menemani saya selama ini. Halah…. Iseng liat jam sebentar, ternyata masih jam 08.00 artinya masih ada waktu tidur. Sebenarnya udah telat sih mengingat briefing acara itu berlangsung jam 07.30. Hehehe… Tapi kan ada banyak yang mewakili jadi telat pun masih bisa nanya-nanya.
Sekitar pukul 08.30 saya melaju menuju TKP (baca:tempat acara diadakan). Cukup 10 menit untuk sampai ke tempat tujuan karena memang tidak terlalu jauh dari rumah. Yap, cuma terlambat 2 jam dari jadwal dimulainya acara. Terlihat sudah banyak orang di sini, rupanya bukan hanya siswa etniz dan orang tuanya yang meramaikan acara ini tetapi juga banyak “orang luar” yang datang. Ternyata memang acara edu day expo ini dibuka untuk umum. Sampai disana celingak-celinguk bentar nyariin kumpulan orang yang memakai kuning-kuning. Rupanya stan yang harus saya isi sudah ramai, dan sudah banyak juga para pengisi yang sebelumnya memang udah janjian. Yasudah, langsung saja ngeluarin almamater dari tas dan menyiapkan peralatan. Dengan berbekal niat mulia memberikan pencerahan dan informasi kepada para pengunjung, saya segera bergabung bersama penjaga stan yang lain.
Sebenarnya kerjaan saya di acara ini tidak cuma ngomong-ngomong atau presentasiin tentang UI atau Fasilkom. Karena kebetulan banyak juga angkatan 2007 yang lagi semangat-semangatnya pada dateng ikutan acara kaya beginian, yasudah saya serahkan penjagaan stan pada mereka. Biarkanlah generasi muda yang melakukannya. Hehehe… Lalu saya sendiri?? Setelah menyadari bahwa banyak stan-stan yang menyediakan souvenir untuk para pengunjungnya, langsung deh saya lepas almamater dan menyamar jadi peserta dengan tujuan untuk keliling-keliling mengunjungi setiap stan yang ada. Tujuannya selain untuk dijadikan perbandingan dengan stan sendiri juga untuk mengumpulkan souvenir yang dibagikan. Hehehe….
Yah, acara muter-muter ngumpulin souvenir itu berlangsung sampai dzuhur. Langsung kembali ke stan UI, ternyata para pengunjung semakin menggila. Untung tadi muter-muter. Hehehehe…. Setelah melayani pertanyaan-pertanyaan para pengunjung stan sebentar, saya bergegas untuk bertolak ke masjid Darul Ulum untuk memenuhi kebutuhan Ruhiyah (baca: sholat dzuhur). Pastinya sebelum itu, saya membereskan terlebih dahulu semua barang bawaan saya ke dalam tas, termasuk semua souvenir yang saya kumpulkan tadi.
Sampai di masjid langsung ambil wudhu lalu mulai sholat berjamaah setelah sebelumnya menaruh tas di pojokan masjid bersama tumpukkan tas teman-teman yang lain. Yah, paling tidak masih merasa tenang sampai membaca salam penanda berakhirnya sholat. Setelah itu berniat mengambil tas yang berada di pojokan. Di sinilah saya menyadari kejadian aneh yang terjadi. Yap, saya tidak menemukan tas yang saya letakkan di pojokan itu. Inalillahi…
Panik,,,panik,,panik,,,Langsung panik melihat lenyapnya tas saya itu. Coba bertanya ke beberapa teman yang berada di sana, ternyata mereka tidak tahu dan malah ikutan panik sambil balik nanya. “Kok bisa Ber??” dan saya bales nanya “Emang kenapa ga’ bisa??”. Hehehe… Daripada main tanya-tanyaan mending juga nyari lagi. Yap saya coba berlari ke depan ke arah Mall Bekasi dengan asumsi sang Pengambil tas langsung menjual barang-barang yang ada di dalamny. (nb: buat yang belum tahu, etniz itu dekat pusat perbelanjaan Bekasi lho..hehe). Ternyata hasilnya nihil, langsung balik ke Etniz rupanya ada beberapa teman saya yang berinisiatif untuk membantu mencarikannya dan juga melaporkannya ke pihak keamanan sekolah.
Beberapa menit kemudian bingung mau ngapain, ada banyak asumsi-asumsi yang bisa saya kerjakan :
- Mau lapor ke pihak keamanan, tapi udah dilakukan sama teman saya. Thanks Bro…
- Mau balik ke stan UI, masih ramai pengunjung males ngelayaninnya.
- Mau minta souvenir lagi, ntar ga’ dikasih dan malah nanti ditanya “Kan tadi udah??”
- Mau merenung dipojokan sekolah, ntar malah dikira anak ilang.
Yah akhirnya, daripada melakukan itu semua saya kembali muter-muter nyariin tas saya. Dengan tetap memasang tampang tenang saya mencari. Beberapa menit kemudian saya menelpon Ayah saya, menceritakan semuanya dan meminta saran apa yang saya harus lakukan. Biasanya beliau selalu mengambil keputusan yang bijak jika berada dalam suasana yang panik. Betul ternyata beliau menyarankan untuk tetap tenang terlebih dahulu sambil tetap mencari dengan perlahan-lahan. Beliau juga menyarankan mencarinya ke Mall Bekasi dengan alasan yang sama dengan yang saya lakukan pertama kali. Acara pencarian itu berlangsung sampai sore, berbagai tempat juga telah saya kunjungi dengan dibantu oleh beberapa teman saya juga tentunya. Handphone berbunyi dan rupanya ayah saya menginstruksikan untuk kembali ke Etniz, lalu biar beliau yang mencari di luar. Karena saya adalah anak yang penurut, jadi nurut deh balik lagi ke etniz. Rupanya di sini juga nihil hasilnya.
Waktu sudah memasuki Ashar dan cuaca di sini mendung. Hujan yang turun seolah ikut mengantarkan kepergian tas saya yang dicuri orang. Hehehe… Alhamdulillah menjadi lebih tenang setelah sholat Ashar di masjid yang sama. Beberapa menit kemudian hp kembali berdering dan ternyata ayah saya memberitahu bahwa beliau sudah berada di parkiran etniz. Yasudah langsung saja saya ke sana. Sedikit panik dan takut membuat beliau kecewa juga awalnya, tapi ternyata wajah ayah saya tetap teduh penuh ketenangan. Menanyakan beberapa hal dengan tetap tenang. Terlihat bahwa dia lebih mengkhawatirkan kalau-kalau saya belum bisa mengikhlaskan tas saya yang hilang itu ketimbang laptop VAIO yang ada di dalamnya.
FYI, barang yang berada di dalam tas saya itu antara lain adalah : Laptop, Hard disk portable, Flash Disk, Jaket Almamater, Souvenir dari stan-stan, beberapa buku dan alat tulis, dan lain-lain. Ya singkatnya, Laptop dan semua data termasuk back up-annya lenyap tak tersisa. Yah, yang paling saya sayangkan adalah VAIO saya yang sudah menemani selama ini berikut data-data kuliah, kerjaan, dan organisasi yang ikutan lenyap. Tapi sudahlah anggap saja saya sudah memberi makan orang yang kurang mampu selama 10 tahun. Lagipula toh harta itu titipan Allah yang bisa dengan mudah diambil dari kita jika dikehendaki-Nya. Mengikhlaskan dan mengambil hikmah adalah yang terbaik yang bisa saya lakukan sekarang ini.
Sayonara VAIO….











waah turut berduka atas kehilangan laptopnya ber,,,,,
semoga ini menjadi pengalaman berharga buat elo,,kalo kata bayu ‘02,,,muslim bisa dilihat sikapnya saat ia kehilangan barang berharganya,,,,dilihat dari cerita elo (waaah :D)
kapan beli lagi?hihihi
turut berduka cita atas musibah yang menimpa,
wah VAIO yach,banyak juga tuch kertas merahnya… seandainya gua punya …
innalillahi wa innailaihi rojiun….
Sabar ya ber..gw turut prihatin atas derita yang lo alami..
mudah2an gw ga bernasib sama kyk lo….hihihi….
Ntar klo lo mo pilem2, ntar gw bg dech…tenang aja…
~NichGwKshPermenBiarGaNangisLagi….cep..cep…cep..
~hehe..
innalillahi.. miris bacanya.. mudah-mudahan diganti dengan yang lebih baik ya ber.. RIP ya vaio-nya berli.. (lho?)
kalo saya waktu itu camdig yang ilang pas expo di ipb.. pas si dida jadi ketua acara.. walhasil beliau, bayu, dkk menghadap ibu saya.. awalnya emang panik bgt.. *curhat colongan
@toni
beli lagi…kapan yaa??
Hehehe….
@dodot
Seandainya punya apa mas??
~hehe
@Ringo
Makanya loe hati-hati Ngo, yah ntar pas ktemu gw rampok semua data-data berharga loe ya’??
@Azka
Hahaha…si Dida ketua expo??
Trus endingnya gimana??
sudah mendapat gantinya kah??
“ada asap maka ada api”
makanya ber, klo jd mentor itu yg bener,,,kasian khan menti2 loe…
@ toni : kata orang-orang, gak nyampe 24 jam Berli juga udah beli laptop baru,,, bener gak Ber?
@ berli : ikhlas kan ber,,, ‘untung’ baru laptop yang ilang, coba kalo harga diri yang ilang gimana (ups,,,, hehehe,,,) ?
Wah Vaio y?, turut berduka.
Modus operandinya banyak yang kayak gitu ya, Ber? kalau kata satpam2 di fasilkom titip temen dulu kalau mau sholat. Tapi tetep semangat deh.
wah sy tadinya mo dateng…. tp kan ada MK =D
mangnya anak 07 sapa aja yg nongol?
btw R.I.P vaio… =(
@Ringo
Anda berminat menjadi mentor Ngo’?? Tenang2 tahun depan mungkin tercapai…
Tapi sepertinya lebih cocok jadi PerLap..Hehehehe…
@Furqon
Tapi itu make tabungan masa depan rif, jadi berkurang drastis dah..hehehe…
Ah yang namanya ilang sih ga’ ada yang untung rif…
@Oscar
Klo di Fasilkom sih tinggal taro di ruang BEM aja, aman..hehehe.. nitip temen, temennya juga bisa lupa..
@Orange
Banyak ko’ anak 2007 yang dateng, malah banyakkan mereka yang presentasi, (walaupun sebenarnya dibuat untuk begitu..hehehe..)
Tenang Ber,,
barang2 di sekitar kita pasti lekang dimakan waktu..
tapi teman sejati takkan pernah hilang walau tak nampak dalam pandangan
percaya deh Ber,, Allah pasti berkehendak lebih baik..
mungkin dengan ini IP sem ini naik atau mungkin niatan lo nikah muda tercapai..
semangat oy IT Fairnya
@Yuan,
Sip wan..Amin..hehehe…
apalagi klo punya teman handal kaya model Yuan gini khan..hehehe…
Hmmm….kynya bener wan, IP nambah 0.13 poin..hehehe…
Bagaimana dengan Anda??
Sepertinya sedang Panen semester ini….
hmmmmmmmmmmm
berli…………………………design mba jdi gak di kirim deh
duh,….semoga malingnye insaf deh…n smoga malingnya cepet kayak jadi bis angembaliin laptopnya
Semoga dapet hikmah besar di balik peristiwa ini..
btw, ko pas shalat ga ditaruh di depan ato samping aja? klo sy di FISIP biasa begitu soalnya..
~mampir..
@mbak..
Iya mba’ padahala niat mba untuk mengucapkan selamat sudah bagus..Hehehe…
Belum rezekinya kali mbak..
@Rif
Sip, kedepannya pasti belajar dari pengalaman…
turut berduka..
mudah”an aj malingnya kek si mentari yg di sinetron itu,, nyatet barang curiannya biar klo dy ud kaya dibalikin smua barang curiannya..
~gara”LiburJadiKorbanSinetronAhahahaha XD
Hahaha….
iya,ya.. Tapi si mentari juga kecil-kecil udah jadi maling gitu… Gedenya kaya apa ya’??
~untung blm kecanduan sinetron
[...] (sumber artikel disini). Dimana kejujuran sedikit sekali ditampakkan oleh bangsa kita, seperti teman saya yang kehilangan laptopnya. Masalah-masalah lain pun harus tetap [...]
kok crita yg sharusnya sdih malah jd lucu gini sih ber,,lo cocok jd pnulis :lol:
saran gw laen kali kalo solat tas taro di depan qt,apalagi kalo isinya brharga..ochee ??
@naChan
Beres Na…Ngg,,btw loe salah satu orang yang panik waktu itu kan ya’?? :lol:
Sengaja dibikin kaya gini, tidak suka saya dengan cerita cengeng dan menyedihkan :cry: .. :mrgreen:
giling
sayang bgt
gw aj minta laptop ga dikasih2
yah turut bduka cita dh
makanya taru barang ati2 dunk, laen kali taru dket gw aj. ho3 :twisted: :twisted:
@bul2
Sipp,,,Beres..
Laen kali pasti hati-hati… :cool:
Terima Kasih sudah mengingatkan..hehehehe…