Susahnya Memaafkan dan Meminta Maaf

Hari ini saya pulang ke rumah…Hehehe tidak penting ya’?? Tenang-tenang, bukan itu yang mau saya ceritakan sebenarnya. Secara tidak sengaja saya mendengar pembicaraan ayah saya dengan seseorang yang berbicara menggunakan jasa handphone. Awalnya saya tidak peduli, tapi belakangan akhirnya saya menyadari bahwa rupanya orang di telpon tersebut sedang meminta saran kepada ayah saya. Sepertinya si penelpon menceritakan konflik yang terjadi antara orang terdekatnya (sebut saja oknum A) dengan seseorang lainnya yang juga adalah orang yang dikenal baik oleh si penelpon (sebut saja Oknum B). Tidak tahu bagaimana detail masalahnya, tapi yang saya tangkap dari pembicaraan itu adalah ayah saya memberi saran kepada si penelpon agar dia meminta oknum A itu untuk meminta maaf kepada oknum B. Namun si penelpon juga mengatakan bahwa dia sudah berkali-kali meminta oknum A untuk melakukan itu, bahkan tidak hanya si Penelpon, orang-orang terdekat oknum A lainnya pun sudah mengatakan hal serupa namun hasilnya tetap nihil. Pembicaraan ditelpon berakhir setelah si Penelpon meminta ayah saya untuk meminta oknum A untuk meminta maaf kepada oknum B dengan anggapan bahwa ayah saya adalah orang yang cukup dihormati dan paling didengar omongannya oleh kedua belah oknum.

Bicara soal maaf memaafkan, dari pembicaraan singkat itu saya mendapatkan satu kesimpulan bahwa “ternyata minta maaf itu susah ya’??” Entah apa alasan seseorang untuk enggan meminta maaf kepada orang lain setelah melakukan kesalahan. Entah karena ego, merasa rendah karena meminta maaf, atau hanya karena gengsi.

Ternyata bukan hanya meminta maaf yang susah, rupanya memaafkan kesalahan seseorang pun juga susah. Sakit hati yang mendalam terkadang menjadi alasan untuk tidak memaafkan kesalahan seseorang. Terkadang yang namanya kesalahan itu terlihat ironis ya?? Bayangkan jika eratnya ukhuwah yang terjalin antara dua orang selama bertahun-tahun harus lenyap atau retak karena satu hal bernama kesalahan. Beberapa ada yang berpendapat bahwa sudah fitrahnya manusia untuk lebih melihat keburukan yang didapatkannya dari orang lain ketimbang kebaikkan yang dia terima dari orang yang itu.

Ternyata, masalah tidak selesai begitu saja sekalipun seseorang sudah berani untuk meminta maaf dan memaafkan kesalahan orang lain. Ibarat sebuah papan kayu yang akan tetap berlubang akibat paku yang menancap, sekalipun paku tersebut sudah dicabut. Sekalipun sudah saling memaafkan, terkadang kita masih menyisakan lubang-lubang bekas kesalahan itu di hati kita. Bahkan ada seseorang yang menerapkan syarat dan ketentuan khusus dalam memaafkan seseorang. Tidak jarang yang mengatakan bahwa “Baiklah saya memaafkan kamu tapi jangan harap hubungan kita bisa sebaik dulu”. Jika dipikir kembali, bukankah itu sama saja membiarkan lubang kesalahan terbuka?? Bahkan dengan berkata seperti itu justru kita sendiri yang seolah tidak menginginkan untuk menutup lubang itu. Banyak juga ternyata yang masih jarang tersenyum, atau hanya sekedar menyapa kepada orang yang pernah membuat kesalahan kepadanya sekalipun sudah mengaku meminta maaf.

Lalu dimana inti permasalahan seputar  maaf memaafkan itu?? Ini hanya pendapat pribadi, namun sepertinya hal tersebut disebabkan karena kita menganggap meminta maaf dan memaafkan itu adalah sebagai suatu solusi akhir atau tujuan, bukan menganggapnya sebagai awal yang baru untuk mengembalikan ukhuwah yang selama ini kita bangun. Pendapat yang menganggap bahwa dengan meminta maaf maka semuanya selesai adalah hal yang sering menjadi alasan utama penyebabnya. Benar, meminta maaf bukanlah tujuan akhir, justru itu adalah langkah baru yang kita mulai. Ibarat paku yang menancap pada papan, meminta maaf dan memaafkan  diibaratkan baru mencabut paku tersebut,  masih banyak yang harus dilakukan untuk menutup lubang yang ada pada papan kayu tersebut.

Jadi buat yang dihatinya masih ada paku-paku kesalahan yang menancap segeralah mencabut paku tersebut, berusahalah sekuat tenaga untuk menambal lubang yang ada akibat paku tersebut.

32 Responses to “ Susahnya Memaafkan dan Meminta Maaf ”

  1. hm, jadi memaafkan itu mencabut paku2 ato menambalnya??
    *sdg agak2 blank*

  2. @rifa
    mungkin baru mencabut paku itu, karena biasanya walaupun sudah bisa memaafkan masih ada bekas2nya kan?? jadi tinggal usaha kita untuk menghilangkan bekas2 itu.

  3. Wah, berat nih bahasan yang Bung Berli sampaikan. :idea:

    Btw, ada banyak hal juga yg susah dilakukan. Mirip2 sama minta maaf dan memberi maaf:
    > mengalah
    > berterimakasih pada orang dekat (ortu misalnya)
    > minum sambil ngomong (mulai ngaco… :mrgree: )

    Ya, begitulah.

  4. coba dibalikkan saja, misalnya dia punya salah ke orang lain, dan ternyata gak dimaafin.. apakah akan merasakan enak??

  5. bagus ber bahasannya kali ini (tumben, hha.. ga denk).. mm, gimana dengan memaafkan diri sendiri, susah ga? kalo saya agak susah soalnya.. maafin dan minta maaf sama orang sih alhamdulillah saya gampang ngelakuinnya.. *lumayan jadi bisa nambah satu poin di postingan saya yang baru, makasih ber..*

  6. @ilalang
    Iya ya, ternyata minum sambil ngomong itu susah juga. Hehehehe…

    @Ridu
    Ya sama-sama ga’ enak deh jadinya..

    @azka,,
    Yup, memang terkadang memaafkan diri sendiri itu lebih susah daripada memaafkan orang lain. Jadi inget manga Samurai X, Si Kenshin baru bisa memaafkan dirinya sendiri pas diakhir-akhir komik, padahal sebelumnya udah maap2an sama musuhnya dari kapan tau. Hehehe..

  7. klo bisa ditambahin bgmn cara menambal bekas2 paku itu..:)

  8. @rifa
    mungkin lain waktu..
    salah satu caranya dengan memberikan hadiah misalnya. Hehehe

  9. hmm…
    bahasan yang menarik Ber…
    ternyata utk maaf-memaafkan memang membutuhkan proses..

    so, setelah kita sudah memaafkan atau meminta maaf org lain, kita harus berjuang agar hubungan kita tetep baik ya Ber..

    thanks atas masukannya Ber..

    ~jadi teringat masa lalu…=p

    btw klo Berli mengungkapkan anime Rurouni Kenshin, maka ane melalui anime Bleach..dimana Kurosaki Ichigo tidak dapat memaafkan dirinya sendiri karena tidak dapat melindungi teman-temannya…

    caranya adalah Ichigo selalu berusaha utk lebih kuat lagi walaupun harus mempertaruhkan nyawanya dengan Hollow yg ada di dalam dirinya..

    ~lho koq jadi bicara Anime ya..hehe..maaf ya klo jadi ngomongin Bleach yg ente ngga terlalu suka..peace.. :mrgreen:

  10. @Indra
    Hmmm…masa lalu seperti apa yang indra alami ya kira-kira… Hehehehe….

  11. pake ilmu iklas aja ber,,,,,,;p

    *nyampah deh,,,,^^

  12. kesalahan di masa lalu yg ngga bisa dimaafin Ber..makanya ane ingin mencoba memaafkan diri ane sendiri..

    iya tuh Ber..bener kata Adhe..
    pake ilmu ikhlas yg Berli pelajarin aja..
    dan jg ilmu sabar… :mrgreen:

  13. @Adhe dan Indra
    Hoalah….yang mengalami cerita diatas kan bukan saya…
    Sip deh ntar dipake ilmu ikhlasnya…

    ~Hehehe…

  14. btw ajarin jg ilmu ikhlasnya ya Ber..

    ~i need u’r help..hehe.. :mrgreen:

  15. @Indra
    Saya saja masih belajar ko ndra… :mrgreen:

  16. Berli ini senengnya nguping pembicaraan orang
    hahaha… :mrgreen:

  17. @Yuan
    Halah, kaya Yuan engga’ aja.
    Hehehehe…. :mrgreen:

  18. ” Ibarat paku yang menancap pada papan, meminta maaf dan memaafkan diibaratkan baru mencabut paku tersebut, masih banyak yang harus dilakukan untuk menutup lubang yang ada pada papan kayu tersebut…”

    Setuju dengan Om Berli!

    ~Ngmg2 saya jg minta maaf, udah numpang nyampah disini. Hehehe… :lol:

  19. @Romy
    Ya,ya.. baguslah klo setuju. Hehehe…
    Sudah saya maafkan.. :mrgreen:

  20. tp kadang2 bagi saya memaafkan kesalahan org itu memang agak susah. APalagi klo org itu sering berbuat salah dgn saya, trus dgn gampangnya dia meminta maaf dgn santainya…“Sorry ya..!!”.
    Kyknya smua permasalahan itu gampang bener diselesaikan dgn hanya meminta maap…
    Kira2 gimana tuch ya klo ngadepin org kyk githu…??

    ~nyambung gak Ber..??^^

  21. Ber maafkan gw yah…Karena tidak bisa memaafkan lo…he3. :razz: :razz: :razz:

  22. @Ringo
    Yah, kitanya juga jangan diem aja lah, jelasin ke dia juga klo kita itu tidak suka dengan caranya menyelesaikan masalah cuma dengan kata “maaf”. Jangan cuma dipendem sendiri dan ngedumel dalem hati aja ya’??

    @randz888
    Iya udah gw maapin randz. Hehehehe…

  23. sepertinya kata maaf bagaikan emas berharga yang sangat sulit diberikan oleh seseorang karena nilanya yang sangat mahal.

  24. @aya
    yah mungkin bisa dikatakan sepeti itu…
    Hehehe…

  25. bener banget mas
    saya juga pernah menulis hal yang serupa
    sekarang lagi nulis tentang keindahan alam aceh
    monggo mampir

  26. bener banget mas, saya juga pernah menulis hal yang serupa
    sekarang lagi nulis tentang keindahan alam aceh.
    monggo mampir

  27. @realylife
    Yup, nanti saya mampir buat baca-baca juga.
    Hehehehe…

  28. benar sekali.. memang susah untuk meminta n memberi maaf…. kalo kita pengen dimaafin orang, ya kita juga harus memaafkan orang.. ya iya lah, masa ya iya dong, kan Mulan Jameela bukan Mulan Jamidong loh loh loh.. malah gak nyambung hehehe :mrgreen: :mrgreen:

  29. @Naruto
    Yup, benar sekali…
    Hehehe,,,

  30. [...] ingat dengan postingan saya tentang susahnya memaafkan dan meminta maaf terdahulu? Jika lupa ataupun belum sempat membaca, silahkan bergulir ke halaman itu. Dalam [...]

  31. Logika kita takkan cukup untuk bisa memahami kenapa kita harus memaafkan orang yang telah melukai kita. Hati yang telah tergores dalam..takkan cukup membendung perih akibat luka itu. Namun kita perlu memaafkan untuk satu alasan : SEMBUH. Ya, hanya dengan memaafkan luka itu bisa sembuh, dan kita tak perlu memaafkan untuk orang lain, karena ketika kita memaafkan orang lain, maka pada saat itu pulalah kita telah mengobati luka yang ada dalam diri kita, mengasihi diri kita, dan sekaligus memberi kesempatan diri kita untuk kembali percaya pada kehidupan dan cinta.

    For everyone who read it,
    It’s not too easy to forgive someone hurt us. But it’s too precious to do..
    So do it..for our mind health, heart, and soul..as long as u can do it.
    Iklan Baris Gratis

  32. pfuiiiih
    minta maaf….memaafkan…..sama beratnya untuk dilakukan.Terutama kalau rasa ego lebih dominan menguasai diri ini.Jangankan untuk meminta maaf, untuk memaafkan saja banyak syarat yang secara tidak nyata harus dipenuhi dulu.Jarang ada yang mau mengakui kesalahnnya, tapi bagi pasangan suami istri sebaiknya jangan pernah ragu unytuk meminta maaf dan memaafkan karna benar sekali pendapat yang pantas menentukan salah dan benarnya seseorang hanyalah ALLAH semata. maafkanlah karna itu akan membuat hati kita lega, minta maaflah karna itu akan membuat kita bisa berpikir lebih tenang.

Leave a Reply

::2 ::3 ::4 ::5 ::6 ::27 ::12 ::32 ::16 ::22 more »

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <blockquote cite=""> <code> <em> <strong>